Kumparan Logo

Pemerintah Targetkan Bisa Buka 3,49 Juta Lapangan Pekerjaan di 2027

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Job Fair. Foto: Yermia Riezky Santiago 52/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Job Fair. Foto: Yermia Riezky Santiago 52/Shutterstock

Pemerintah menargetkan penciptaan lapangan kerja baru hingga 3,49 juta pada 2027. Target tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pasar tenaga kerja sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, berdasarkan proyeksi pemerintah, penciptaan lapangan kerja pada 2027 berada dalam kisaran 2,57 juta hingga 3,49 juta.

“Angkanya (lapangan kerja) 2,57 sampai 3,49 jutaan,” kata Menteri Keuangan Purbaya saat dalam rapat kerja Badan Anggaran DPR RI bersama Menteri Keuangan dan Bappenas, dan PJS Gubernur BI, Kamis (27/8).

Sesuai dalam Buku II Nota Keuangan RAPBN 2027, pemerintah juga akan menggunakan proporsi penciptaan lapangan kerja formal sebagai indikator pembangunan baru pada tahun 2027, sebagai bagian dari upaya memberikan perlindungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan bagi pekerja.

Pekerjaan pada sektor formal memberikan jaminan pendapatan, stabilitas kerja, serta berbagai manfaat tambahan, seperti jaminan kesehatan, jaminan sosial ketenagakerjaan, hak cuti, dan jaminan hari tua. Semakin tinggi capaian indikator tersebut, semakin mencerminkan perkembangan yang positif pada pasar tenaga kerja nasional.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Pada tahun 2027, proporsi penciptaan lapangan kerja formal ditargetkan mencapai 40,81 persen.

Lebih lanjut, pemerintah optimistis kondisi perekonomian nasional pada 2027 tetap solid dengan dukungan stabilitas makroekonomi dan berbagai kebijakan pemerintah.

Purbaya mengatakan pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 6 persen. Target tersebut akan didorong melalui penguatan sinergi kebijakan fiskal, kebijakan moneter, dan sektor keuangan, serta optimalisasi peran Danantara dalam mendorong investasi strategis. Sementara itu, inflasi diproyeksikan tetap terkendali pada kisaran 2,5 persen.

“Inflasi diproyeksikan terkendali pada kisaran 2,5 persen, didukung oleh penguatan pengendalian harga pangan, dan sinergi kebijakan antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan Bank Indonesia,” ujar Purbaya.