Kumparan Logo

Pemerintah Thailand Baru Mulai Promosikan B20 ke Warga Imbas Krisis Energi

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lonjakan harga solar akibat konflik di Timur Tengah mulai menghantam industri perikanan di Samut Sakhon pada Rabu (25/3), salah satu pelabuhan ikan terbesar di Thailand. Foto: Chalinee Thirasupa/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Lonjakan harga solar akibat konflik di Timur Tengah mulai menghantam industri perikanan di Samut Sakhon pada Rabu (25/3), salah satu pelabuhan ikan terbesar di Thailand. Foto: Chalinee Thirasupa/REUTERS

Pemerintah Thailand baru mulai mempromosikan biodiesel 20 persen atau B20 sebagai pilihan bahan bakar alternatif untuk sektor transportasi, perikanan, dan industri. Saat ini, harga B20 di Thailand sebesar USD 0,15 per liter, lebih rendah dari solar biasa.

Dilansir Bloomberg, Senin (30/3), sejumlah produsen BBM di Thailand juga mulai memperluas distribusi B20 ke jaringan mereka. Pompa bensin Bangchak dan PTT sudah menjual B20 sejak beberapa hari, sementara Shell diperkirakan mulai menjual B20 pada awal April 2026.

video story embed

Thailand sebelumnya menerapkan kebijakan kerja jarak jauh atau work from anywhere (WFA) kepada para pekerja untuk hemat BBM. Selain itu, Thailand juga meminta suhu AC di perkantoran dijaga pada 26 derajat Celsius untuk menghemat energi.

“Pemerintah ingin semua sektor menggunakan sumber daya secara bijak dan efektif,” demikian pernyataan resmi, dikutip dari The Standard.

Pemerintah juga mengimbau para pejabat untuk menghindari perjalanan ke luar negeri. Thailand sebelumnya menyatakan telah mengamankan pasokan minyak untuk dua bulan, namun menghentikan ekspor guna menjaga cadangan. Selain itu, harga solar dibatasi di bawah 30 baht atau sekitar USD 0,94 per liter selama 15 hari.