Kumparan Logo

Pemindahan Ibu Kota Bisa Jadi Solusi Atasi Macet Jakarta?

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Macet di Kawasan Pancoran Jakarta Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Macet di Kawasan Pancoran Jakarta Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Kemacetan di Jakarta, ibu kota negara saat ini, adalah hal lumrah yang ditemui sehari-hari. Selain pusat pemerintahan, pusat bisnis dan perdagangan juga terletak di kota metropolitan ini.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada awal pekan ini kembali menghidupkan kembali wacana pemindahan ibu kota.

Sebelumnya dalam rapat terbatas yang digelar pertengahan Maret 2019 di Istana Kepresidenan Jakarta, Jokowi menyebut dampak yang ditimbulkan akibat kemacetan Jakarta mencapai Rp 100 triliun.

Lantas ketika ibu kota dipindah, apakah kemacetan di Jakarta akan berkurang secara drastis? Berikut 3 hal yang dirangkum kumparan untuk menjawab pertanyaan tersebut:

1. Ibu Kota Pindah, Macet Tak Banyak Berkurang

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adhinegara, berpendapat pemindahan ibu kota tak menyelesaikan masalah kemacetan kota yang berusia hampir 5 abad ini.

Menurut dia, pemindahan ibu kota hanya mengurangi kendaraan dinas pemerintah yang lalu lalang di Jakarta. Sementara kendaraan pribadi yang sudah ada tidak akan banyak terpengaruh.

"Jumlah kendaraan dinas yang berkurang tidak signifikan dibanding kendaraan pribadi dari swasta dan rumah tangga," ujar Bhima.

Ia menilai, Jakarta lebih didominasi oleh kendaraan pribadi, yang notabene bukan milik pegawai pemerintahan. "Total kendaraan pribadi di jakarta 17 juta unit, sementara kendaraan dinas 140 ribu unit," tutur dia.

Maka dari itu, Bhima menyebut setelah ibu kota nantinya dipindah, Jakarta tetap menjadi kota pusat bisnis yang akan menjadi magnet bagi lalu lalang kendaraan.

"Apakah berpindahnya para PNS kementerian keluar Jakarta signifikan kurangi kemacetan? Jawabannya tidak sama sekali," tegasnya.

Kondisi lalu lintas di Jalan Medan Merdeka Timur macet parah. Foto: Mirsan Simaora/kumparan

2. Jalanan Jakarta Lebih Kondusif

Direktur Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah mengakui, pemindahan ibu kota ke luar Jakarta memang bukan 'obat mujarab' mengatasi kemacetan. Namun, berpindahnya ibu kota akan membuat jalanan lebih kondusif.

Sebab ketika terjadi gejolak politik, maka Jakarta sebagai pusat ekonomi tidak akan banyak terpengaruh. Aksi-aksi demo yang menyebabkan kemacetan akan lebih banyak digelar di ibu kota alias pusat pemerintahan, bukan di kota pusat bisnis.

"Lebih damai, lihat saja New York dan Washington di Amerika Serikat. (Kota pusat bisnis) Tidak gaduh tidak riuh, kalau terjadi apa-apa, demo-demo kebijakan politik tidak mengganggu aktivitas bisnis," ujar dia.

3. Ibu Kota Pindah, Pemprov DKI Tetap Akan Kurangi Macet

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyebut wacana pemindahan ibu kota ke daerah lain tidak akan mempengaruhi pembangunan Jakarta. Pun dia mengaku tetap berkomitmen menyelesaikan persoalan yang ada di Jakarta seperti kemacetan.

“Kami di Jakarta, sampaikan bahwa ibu kota ada di Jakarta ataupun di tempat lain, masalah yang ada di Jakarta tetap harus diselesaikan dan ini menjadi komitmen dari pemerintah. Kita semua berkomitmen bahwa pembangunan Pemprov untuk melakukan pembangunan masif itu tetap dijalankan,” ujarnya.