Pemudik dari Jabodetabek Diprediksi Akan Habiskan Rp 10,3 T di Daerah

Para pemudik dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), pada mudik lebaran tahun ini diprediksi akan menghabiskan dana Rp 10,3 triliun di kampung halaman. Jumlah ini diperoleh dari survei yang dilaksanakan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan (Balitbanghub).
Dari 7.762 responden rumah tangga, diprediksi bahwa masyarakat yang akan melakukan mudik pada tahun 2019 di wilayah Jabodetabek sebanyak 3.465.458 rumah tangga, dengan total jumlah pemudik sebanyak 14.901.468.
"Diperkirakan sekitar 20,9 persen pemudik akan menghabiskan dana di lokasi mudik Rp 500.000 hingga Rp 1,5 juta. Sedangkan 20,1 persen menghabiskan sekitar Rp. 1,5 juta hingga Rp 2,5 juta," kata Kepala Badan Litbang Perhubungan, Sugihardjo, Selasa (9/4).
Dana terbanyak diperkirakan akan bergulir di wilayah Jawa Tengah sebesar Rp 3,8 triliun. Disusul Jawa Barat sebesar Rp 2,05 triliun, dan Jawa Timur Rp 1,3 triliun. Sementara sisanya mengalir ke wilayah lain di Indonesia.
Selain itu, para pemudik juga akan mengeluarkan dana untuk biaya transportasi ketika mudik. Total biaya transportasi yang dibutuhkan para pemudik dari Jabodetabek ini tercatat sebesar Rp 6 triliun.
"Terbanyak ke Jawa Barat sebesar Rp 945 miliar dan ke Jawa Timur sebesar Rp 791 miliar," tambahnya.
Balitbanghub memprediksi arus mudik Lebaran tahun ini akan terjadi pada 31 Mei 2019 (H-5) dengan perkiraan waktu keberangkatan terjadi pada pukul 06.00 WIB s.d 08.00 W1B.
"Perlu diperhatikan pada 30 Mei 2019 merupakan hari libur (Kenaikan Isa Almasih). Kalau tanggal 31 Mei ditetapkan sebagai cuti bersama, maka ada kemungkinan pergeseran puncak arus mudik akan jatuh pada tanggal 29 atau 30 Mei 2019," pungkasnya.
