Kumparan Logo

Pemudik Melonjak Tahun Ini, Keuntungan UMKM Berpotensi Naik 50 Persen

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas kasir melayani pembeli di Kampoeng UMKM di Rest Area Travoy KM 88, Jawa Barat, Kamis (13/4/2023).
 Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Petugas kasir melayani pembeli di Kampoeng UMKM di Rest Area Travoy KM 88, Jawa Barat, Kamis (13/4/2023). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Momentum Ramadhan dan Lebaran menjadi berkah bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) terutama di daerah-daerah. Terlebih prediksi pemudik di tahun ini naik signifikan dari tahun lalu.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah memprediksi 123,8 juta orang akan mudik Lebaran tahun ini usai tidak ada lagi aturan PPKM. Angka tersebut melonjak 14,2 persen dari tahun lalu yang hanya 85,5 juta orang.

Sekjen Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Edy Misero mengatakan pada dasarnya pengeluaran masyarakat akan melonjak selama Ramadhan dan Lebaran, bahkan dialokasikan khusus untuk kebutuhan menyambut hari raya ini.

"Rata-rata pengeluaran dari masyarakat Indonesia untuk menyambut hari baik ini 50 persen dari anggaran yang biasa mereka keluarkan," ujarnya saat dihubungi kumparan, Kamis (20/4).

Suasana di Kampoeng UMKM di Rest Area Travoy KM 88, Jawa Barat, Kamis (13/4/2023). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Edy menuturkan, biasanya masyarakat akan membeli baju baru, merenovasi rumah untuk menyambut tamu seperti cat dan perabotan yang biasanya disediakan oleh para UMKM.

Dengan demikian, dia memprediksi omzet dan keuntungan pelaku UMKM otomatis akan meningkat, selaras dengan peningkatan konsumsi masyarakat minimal 50 persen.

"Otomatis dengan belanjanya di atas 50 persen profitnya jadi bertambah. Diharapkan bertambah 50 persen dari keuntungan yang biasanya diterima dengan omzet yang juga naik 50 persen," ungkap Edy.

Meski begitu, Edy meminta para pelaku UMKM bisa sigap memanfaatkan momentum Ramadhan dan Lebaran tahun ini dengan jumlah pemudik yang melonjak untuk meningkatkan pula kualitas produknya.

Terlebih bagi UMKM di daerah yang menyediakan buah tangan atau oleh-oleh khas untuk diboyong ke kota besar, dia berharap mereka mempersiapkan dengan serius jika ingin mendapatkan kesempatan menikmati peningkatan konsumsi masyarakat.

Bagi kamu yang mau membeli produk UMKM yang ditemui selama mudik, bisa menggunakan layanan BCA. Mulai dari debit BCA hingga scan QRIS BCA selama toko tersebut menyediakan.

embed from external kumparan

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) yang juga Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pengembangan Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, mengatakan dengan melonjaknya pemudik perputaran uang di daerah selama lebaran tahun ini diprediksi mencapai Rp 92,3 triliun.

"Jumlah tersebut dihitung dari jumlah pemudik sebesar 123,8 juta orang atau setara dengan 30.752.000 keluarga. Jika setiap keluarga membawa uang rata rata Rp 3.000.000, maka perputaran uangnya sebesar tersebut di atas. Ini dihitung rata rata paling minimal, masih berpeluang di atas itu," Sarman dalam keterangan tertulisnya, Senin (17/4).

Perputaran uang tersebut didominasi di Pulau Jawa, yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta, Banten, dan Jabodetabek sebesar 62,5 persen dengan jumlah pemudik sebanyak 77,3 juta orang atau setara 19.325.000 keluarga.

Sementara sisanya, akan menyebar ke wilayah Sumatera, Kalimantan, Bali/Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi, Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, dan Papua.