Bisnis
·
3 Juni 2021 19:58
·
waktu baca 3 menit

Penerapan Tarif ATM Link Ditunda, Bagaimana Pendapatan Non-Bunga Himbara?

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Penerapan Tarif ATM Link Ditunda, Bagaimana Pendapatan Non-Bunga Himbara? (182211)
searchPerbesar
Ilustrasi ATM Link. Foto: Shutter Stock
Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) sepakat untuk menunda implementasi penyesuaian biaya transaksi cek saldo dan tarik tunai yang dilakukan di mesin-mesin ATM Link. Sebelumnya, rencana ini akan diimplementasikan pada 1 Juni 2021.
ADVERTISEMENT
Pengamat Perbankan, Paul Sutaryono, menilai pengenaan tarif ATM Link bagi nasabah Himbara dinilai suatu hal yang wajar. Menurutnya, hal tersebut untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada nasabah.
Apalagi, katanya, biaya perawatan ATM juga mahal. Tentu dengan pertimbangan-pertimbangan tersebut, sangat wajar Himbara dan Jalin untuk melakukan penyesuaian tarif ATM Link.
Tak hanya itu, pengenaan biaya cek saldo hingga tarik tunai di ATM Link Himbara juga dinilai mampu meningkatkan keberlanjutan bisnis perbankan dari sisi pendapatan non bunga (fee based income) di tengah pertumbuhan kredit yang masih negatif. Di sisi lain, penyesuaian ini juga menghemat pengeluaran biaya integrasi transaksi antar Bank Himbara.
"Pembebanan tarif ATM itu wajar. Karena sebelum ada ATM Link, juga ada tarif seperti itu. Jadi sesungguhnya, hal itu kembali seperti sebelumnya ketika ATM berdiri masing-masing (stand alone). Langkah itu untuk menambah pendapatan bank yang saat ini sedang mengalami pertumbuhan kredit kontraksi," ujar Paul dalam keterangannya, Kamis (3/6).
ADVERTISEMENT
Paul melanjutkan, implementasi penyesuaian biaya transaksi cek saldo dan tarik tunai juga dapat menutupi besarnya biaya perawatan dan pengadaan mesin ATM Link. Di mana, biaya perawatan ATM tersebut sebagai investasi dan memaksimalkan pelayanan Himbara kepada para nasabahnya.
"Jangan lupa bahwa pengadaan mesin ATM itu membutuhkan biaya besar. Biaya itu disebut sebagai biaya investasi. Namun jangan lupa bahwa lahirnya ATM Link itu juga bertujuan untuk menaikkan tingkat efisiensi bank. Itu lebih efisien daripada stand alone," jelasnya.
Penerapan Tarif ATM Link Ditunda, Bagaimana Pendapatan Non-Bunga Himbara? (182212)
searchPerbesar
Ilustrasi transaksi di ATM BNI. Foto: Bank BNI
Dia menuturkan, nasabah bank anggota Himbara sebenarnya tetap dapat lebih hemat bertransaksi di ATM Link milik perbankan tersebut. Sebab, transaksi cek saldo dan tarik tunai nasabah di jaringan ATM masing-masing bank tidak dikenakan biaya atau gratis.
ADVERTISEMENT
"Supaya hemat, nasabah dapat melakukan transaksi via ATM di bank penerbit ATM. Biaya gratis karena itu sudah termasuk biaya pengelolaan rekening tabungan," jelasnya.
Sementara itu, Ekonom Ryan Kiryanto mengatakan bahwa pengadaan ATM merupakan investasi bagi bank, sehingga diharapkan dapat memberikan timbal balik bagi investasi yang dilakukan. Untuk itu, pilihan untuk menggunakan ATM Link kembali lagi kepada pilihan masing-masing nasabah.
"Mau tetap pakai ATM Link atau ATM non-Link yang mungkin saja tarifnya sama atau bahkan lebih tinggi, silakan saja. Pilihan ada pada nasabah atau konsumen bank," kata Ryan.
Sebelumnya, Wakil Direktur Utama Bank BNI Adi Sulistyowati menuturkan Himbara dan akan menjadwalkan kembali implementasi biaya cek saldo dan tarik tunai yang dilakukan di mesin-mesin ATM merah putih atau ATM Link.
ADVERTISEMENT
"Dengan demikian, penyesuaian tarif yang pada awalnya akan diimplementasikan pada 1 Juni 2021 menjadi ditunda," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (1/6).
Penundaan tersebut bertujuan untuk meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat. Meski nantinya dipungut biaya, namun tarif cek saldo dan tarik tunai di ATM Link diklaim lebih rendah dibandingkan jaringan ATM lain di Indonesia.
"Khusus untuk nasabah penerima bantuan sosial, cek saldo, dan tarik tunai di ATM Link tidak akan dikenakan biaya sama sekali," pungkasnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020