Pengamat: Pembengkakan Biaya Kereta Cepat Sudah Diprediksi Sejak Awal
·waktu baca 2 menit

Kereta cepat Jakarta-Bandung rencananya akan beroperasi pada Juni 2023. Banyak tantangan dalam pembangunan proyek ini. Bahkan biayanya membengkak dari USD 6,07 miliar menjadi USD 7,5 miliar atau setara Rp 112 triliun (kurs Rp 15.000 per dolar AS).
Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio, mengatakan proyek kereta cepat ini mutlak hanya keinginan Presiden Jokowi. Hal itu dia dengar langsung dari Presiden Jokowi saat dirinya dipanggil.
"Karena itu proyek yang maunya presiden, bukan maunya siapa-siapa. Itu dikatakan ke saya waktu saya tanya beliau," kata Agus kepada kumparan, Minggu (5/2).
Pada 2015, Jokowi berkomitmen pembangunan kereta cepat tak memakai dana APBN. Hal itu tertuang dalam Perpres No 107 tahun 2015. Seiring berjalannya waktu, Jokowi menganulir sendiri komitmennya tersebut.
Tahun lalu, Jokowi menyetujui tambahan PMN untuk PT Kereta Api Indonesia (KAI). Besaran PMN tersebut mencapai Rp 3,2 triliun akan digunakan salah satunya sebagai suntikan modal untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).
Tambahan modal itu diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 64 Tahun 2022 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Kereta Api Indonesia. Aturan ini diteken Jokowi pada hari Sabtu (31/12/2022).
Dana modal PMN untuk kereta cepat tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2022 (APBN 2022) sebagaimana ditetapkan kembali dalam Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2022 (RAPBN TA 2022).
Agus mengatakan, dirinya menentang proyek ini sejak 2015 karena nilainya terlalu mahal. Bersama Agus, juga ada Menteri Perhubungan saat itu, Ignasius Jonan, yang akhirnya kena reshuffle 2016 silam.
"Dulu yang paling menentang kan saya dan Pak Jonan. Pak Jonan dipecat dari Menteri, saya dipanggil ke presiden. Dan apa yang terjadi sekarang sudah saya perkirakan. Kejadian sekarang sudah persis dengan yang saya duga," kata Agus.
Karena sudah terlanjur, kini Agus mendukung proyek kereta cepat Jakarta-Bandung agar bisa selesai dibangun. Dengan gelontoran uang yang sudah disuntikkan, akan mubadzir bila akhirnya proyek tersebut mangkrak.
"Tapi saya tidak mendukung untuk pengoperasiannya karena sangat mahal. Karena kalau tidak saya dukung sampai selesai, proyek ini mangkrak. Jadi saya dukung selesaikan saja karena ada APBN di situ," ujarnya.
