Pengangguran Melonjak Akibat Corona, JobStreet Kebanjiran Pencari Kerja

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) kian tak terkendali sejak virus corona merebak di Indonesia. Akibatnya, jumlah pengangguran melonjak signifikan dalam 6 bulan terakhir.
Kondisi tersebut membuat pencarian lowongan kerja juga turut meningkat. Hal itu diakui oleh salah satu perusahaan penyedia informasi lowongan kerja, JobStreet Indonesia.
Country Manager JobStreet Indonesia, Faridah Lim, mengatakan bahwa situs mereka dibanjiri pencari kerja sepanjang periode April hingga Juni 2020. Dalam kurun waktu tersebut, pencarian lowongan kerja mencapai angka 300 juta lebih.
"Visit ke Jobstreet melonjak sekitar 11 persen dibanding periode sama tahun lalu, sekitar 300 juta lebih pencari kerja mengakses per bulannya," ujar Faridah dalam virtual conference JobStreet, Rabu (7/10).
Faridah menjelaskan, jumlah pelamar jika dibagi per posisi lowongan, juga mengalami kenaikan hingga dua kali lipat. Dari yang sebelumnya mencapai 400 pelamar per posisi, menjadi 850 hingga 1.000 pelamar.
Peningkatan tersebut, diakui Faridah, juga sejalan dengan kian banyaknya orang yang mencari lowongan dengan mengunduh langsung aplikasi mobile phone JobStreet. Padahal sebelumnya, orang-orang cenderung mengakses melalui berbagai channel media sosial lainnya.
Adapun posisi yang paling banyak dicari lewat situs JobStreet, yakni untuk admin atau staff. Disusul kemudian customer service, housekeeper, hingga pekerja di bidang logistik.
"Posisi yang paling banyak dicari mencapai 3 ribu per bulannya admin staff, customer service mencapai 2 ribu lebih. Kemudian inventory hampir 2 ribu, housekeeper hampir 2 ribu, kemudian logistik mencapai 1.500 lamaran," sambungnya.
