Kumparan Logo

Pengangguran RI Paling Banyak Lulusan SMK, Anies: Perlu Peningkatan Kualitas SDM

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anies Baswedan saat wawancara di program Info A1 kumparan pada Selasa (2/8/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Anies Baswedan saat wawancara di program Info A1 kumparan pada Selasa (2/8/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Bakal calon presiden (capres) Anies Baswedan mengungkapkan jumlah pengangguran di Indonesia mayoritas lulusan SMK.

Ia pun menekankan penyebab tingginya angka pengangguran tersebut disebabkan kurikulum yang tidak mempersiapkan muridnya untuk memiliki keahlian khusus. Selain itu,banyak murid SMK yang belum lulus sudah direkrut ke angkatan kerja.

“Ini harus kita bereskan, SMK kita harus berorientasi vokasi yang sesungguhnya, sehingga lulusan itu bisa baik, jadi yang baik diarahkan vokasi, dan ditingkatkan kualitasnya sumber daya manusia-nya,” ujar Anies pada talkshow Info A1 kumparan yang tayang Jumat (4/8) malam.

Anies juga berpesan pemerintah juga harus menaruh perhatian khusus kepada angkatan yang lebih muda lagi, terutama pada aspek kesehatan. Ia mengatakan anak-anak yang tidak mendapatkan gizi yang cukup, akan mengalami kesulitan ketika mereka masuk dunia kerja.

video youtube embed

“Yang angkatan lebih muda lagi, itu diperhatikan aspek kesehatannya. Kita ingin agar anak-anak generasi baru yang masuk generasi produk ini, menjadi demografi yang sehat. Itu artinya kita harus harus serius di gizi ibu hamil, ini aspek yang nggak boleh terlewatkan,” pungkasnya.

Menurutnya, sosialisasi terkait peningkatan gizi ibu hamil di daerah kurang gencar, sehingga banyak anak-anak usia dini yang tidak sehat jasmaninya, sehingga sulit bersaing dengan masyarakat produktif yang berada di ibu kota.

“Sekarang daerah tidak ada penekanan untuk meningkatkan gizi ibu hamil, padahal meningkatkan gizi usia anak dini harus serius. Sehingga bonus demografi untuk generasi ke depan memiliki badan yang lebih sehat, otot yang lebih baik, otak yang lebih baik,” tutur Anies.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada sebanyak 7,99 juta pengangguran di Indonesia per Februari 2023. Jumlah itu mencapai 5,83 persen dari jumlah angkatan kerja 146,62 juta orang.

Dari jumlah pengguran tersebut, terbanyak dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pengangguran dari lulusan SMK tercatat sebanyak 9,60 persen per Februari 2023. Jumlah ini turun signifikan dibandingkan data Februari 2022 yang sebesar 10,38 persen dan 2021 sebesar 11,45 persen.