Kumparan Logo

Pengelola Sency: Mal Sekarang Jadi Tempat Ngobrol dan Cari Makan

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Anniesa Hasibuan di Metro Plaza Senayan. (Foto: Stephanie Elia/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Anniesa Hasibuan di Metro Plaza Senayan. (Foto: Stephanie Elia/kumparan)

Mal saat ini tidak lagi menjadi surga belanja. Fungsinya mulai tergantikan dengan kehadiran bisnis online shop yang menjamur di Indonesia.

Namun mal masih tetap dikunjungi masyarakat. Kali ini tidak berbelanja, tetapi hanya sekadar untuk ngobrol atau mencari tempat makan. Itulah fungsi mal saat ini.

"Sekarang orang kalau libur sehari, larinya ke mal, cari makan di mal, untuk sekedar ngobrol, itu sudah jadi budaya, kayaknya susah ya kalau hilang," ungkap Assistant Manager Public Relation and Customer Relations Senayan City (Sency) Elsi Adianti saat ditemui kumparan (kumparan.com) di Management Office Senayan City, Jakarta, Kamis (20/4).

Diakui Elsi, adanya online shop sedikit-banyak menggerus pendapatan pengelola mal, terutama dari penerimaan uang sewa kios fashion (retail fashion). Untungnya pengelola mal masih mendapatkan untung dari penerimaan sewa kios makanan. Sehingga bisa menambal laporan keuangan.

"Kalau online shop lebih banyak pengaruhnya ke retail fashion, lebih banyak ke online product. Kalau tenant food and beverages kami kan lebih beragam, jadi traffic ke kami juga seimbang," paparnya.

Beberapa Gerai yang Segera Buka di Senayan City. (Foto: Nicha Muslimawati/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Beberapa Gerai yang Segera Buka di Senayan City. (Foto: Nicha Muslimawati/kumparan)

Kendati demikian, Sency memiliki strategi khusus agar pengunjung tetap ramai dan betah datang ke Sency. Caranya, pengelola melakukan pemetaan ulang atau remapping lokasi gerai atau tenant.

"Kami juga melakukan berbagai strategi, misalnya kami remapping tenant di sini bisa dilihat, kalau di Lower Ground (LG) kami khususkan untuk food and beverages, Ground untuk fashion luxury dan sebagainya," tuturnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga menyeleksi setiap tenant yang akan masuk ke Sency. Salah satunya dengan melihat peluang pasar dan tren yang ada saat ini.

"Karena sebelum masuk di Sency, biasanya kami seleksi dulu, bagaimana marketnya, sudah banyak buka di mal lain di Jakarta, trennya di luar negeri seperti apa tenant tersebut, dan masih banyak lainnya," tutupnya.