Pengelola Tol Trans Jawa Berencana IPO

Manajemen PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) merencanakan anak usahanya, PT Jasamarga Transjawa Tol yang mengelola Jalan Tol Trans Jawa untuk melepas saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Saat ini, manajemen terus melakukan perbaikan tata kelola aset anak usaha.
"Sekarang kan sedang subholding dirapikan agar jadi. Kan sekarang asetnya masih di Jasa Marga," kata Corporate Secretary Jasa Marga Mohamad Agus Setiawan usai Media Briefing di Hotel Grandhika, Jakarta Selatan, Jumat (7/2).
Agus menjelaskan, IPO menjadi hal yang menguntungkan bagi perusahaan dari sisi pembiayaan jika dibandingkan dengan pembiayaan secara konvensional atau melalui perbankan. Sebab tenggat waktu pengembalian dana lebih pendek dibanding perbankan yang mencapai 10 tahun untuk kebutuhan dana dalam jumlah besar.
Selain itu, masyarakat akan memiliki rasa kepemilikan terhadap proyek dan fasilitas itu sendiri.
"Kalau IPO kan pengembaliannya relatif dan setiap tahun. Dan disesuaikan setiap tahun dapat dividen. Sehingga dari sisi pembiayaan, IPO jadi alternatif yang paling baik," tegasnya.
Sayangnya, Agus belum memberikan penjelasan lebih detail mengenai waktu pelaksanaan IPO. Selain itu, Agus juga masih menghitung berapa target dana yang dihasilkan dari aksi IPO.
"Tapi belum kita tentukan jadwalnya," katanya.
Berdasarkan catatannya, saat ini aset Jasa Marga mencapai Rp 100 triliun. Sementara Jasamarga Transjawa Tol memiliki sekitar 50 persen dari aset milik perusahaan pelat merah tersebut.
"Nilai aset kalau Jasa Marga lebih dari Rp 100 triliun, Trans Jawa itu mungkin 40-50 persen dari Jasa Marga," katanya.
