Pengguna Ajaib Sekuritas Tembus 1 Juta, 90 Persen Didominasi Milenial dan Gen Z

COVID-19 yang masuk Indonesia tahun lalu sempat membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok ke level terendah. Meski pasar modal banyak kehilangan uang, di sisi lain ternyata melahirkan banyak investor pemula utamanya dari kalangan milenial hingga Gen Z. Mereka pun dijuluki generasi corona.
Ajaib Sekuritas yang baru lahir pada 2019 sebagai platform investasi reksadana dan saham pun kebanjiran pengguna baru, terutama kalangan anak muda. Director of Stock Brokerage Ajaib Sekuritas, Anna Lora, mengatakan selama setahun ini, jumlah investor yang menggunakan Ajaib sudah mencapai 1 juta pengguna.
"Jadi selama rentang 2020 sampai September 2021, jumlahnya sudah 1 juta pengguna, sekitar 5 kali lipat. Dan ini 96 persennya investor pemula. Dari jumlah itu, yang milenial 90 persen," kata Anna dalam media gathering Ajaib Sekuritas di The Langham, Jakarta, Kamis (16/12).
Tak hanya jumlah pengguna yang didominasi anak muda, transaksi keseluruhannya per bulan juga mencapai 5 juta. Jumlah ini, kata dia, merupakan ketiga terbesar di dunia investasi pasar modal se-Indonesia dengan volume saham per bulan mencapai kurang lebih 30 miliar.
Anna menyebut, dalam profil investor di Ajaib Sekuritas kebanyakan masih kuliah dan first jobber. Menurutnya, tren ini bagus karena menunjukkan keinginan dan keberanian anak muda mau investasi sejak dini.
Karena profil mereka juga masih anak muda, makanya Ajaib sebagai sekuritas menyediakan platform yang mudah dipahami dan diakses. Di aplikasi berlambang lampu ajaib ini, menurut dia, banyak fitur menarik dengan bahasa yang mudah dimengerti investor pemula.
Beberapa fitur tersebut di antaranya agenda penting dari emiten yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI) seperti jadwal Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), panduan untuk mempelajari tentang Electronic Initial Public Offering (e-IPO) termasuk cara memesannya, analisis saham terkini, emiten-emiten yang sedang trending, sektor saham yang lagi hijau atau anjlok sahamnya, kalkulator untuk menghitung potensi imbal hasil (return) dari instrumen reksadana, hingga berita mengenai dunia investasi saham dan reksadana.
"Semua itu disediakan karena kami ingin investor pemula ini belajar, memahami risikonya, fundamentalnya, dan terpenting adalah investasi di saham ini tidak selalu menguntungkan. Karena itu harus tahu profil risikonya," ujar dia.
Selain itu Ajaib juga bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menyelenggarakan 1.000 acara edukasi literasi keuangan melalui Sekolah Pasar Modal (SPM), Galeri Investasi, dan cabang-cabang milik BEI. Tujuannya, agar makin banyak investor pemula yang paham dalam berinvestasi saham.
Ajaib Sekuritas Kejar Kualitas Ketimbang Kuantitas
Di tahun depan, Anna mengatakan Ajaib masih akan menyasar generasi milenial dan Gen Z dalam mengedukasi investasi pasar modal. Karena itu, dia tidak menargetkan jumlah pengguna harus sekian juta.
Menurut dia, dengan jumlah penduduk Indonesia mencapai 270 juta jiwa dan momentum pemulihan ekonomi di tahun depan, banyak peluang yang bisa dilakukan Ajaib di industri ini untuk mengejar inklusi keuangan melalui investasi di pasar modal.
"Dengan ekonomi bisa pulih tahun depan, kita pasti akan proyeksikkan pengguna bisa meningkat lagi. Di tahun mendatang kita akan berusaha lebih baik dan dapat menginspirasi anak muda untuk lebih sadar lagi dalam berinvestasi. Jadi yang kita ingin tingkatkan juga adalah lebih ke kualitas penggunanya," ujar Anna.
