Pengguna BNI Mobile Tembus 13,6 Juta dengan Total Transaksi Rp 802 T di 2022
·waktu baca 2 menit

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI mencatatkan pengguna BNI Mobile mencapai 13,6 juta dengan total transaksi tembus Rp 802 triliun di sepanjang 2022.
Jumlah tersebut naik 26,1 persen secara tahunan (yoy) untuk pengguna BNI Mobile, dan naik Rp 30,4 persen yoy untuk jumlah transaksinya. Perolehan itu, diakui BNI jauh melampaui transaksi di ATM yang sebesar Rp 676 triliun, dengan jumlah transaksi mencapai 597 juta atau tumbuh 37,6 persen yoy.
“BNI fokus menggarap potensi bisnis nasabah di setiap aspek, dengan konsisten meningkatkan kapabilitas digital untuk mengembangkan berbagai solusi keuangan digital yang sesuai dengan kebutuhan nasabah,” ungkap Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati dalam konferensi pers, Selasa (24/1).
Perolehan itu juga menunjukkan bahwa nasabah BNI terus menshifting transaksinya dari platform konvensional ke platform digital. Hal ini sejalan dengan strategi BNI untuk menjadikan BNI Mobile Banking sebagai One Stop Financial Solutions bagi nasabah.
Dari segmen Wholesale Banking, BNI memiliki BNIDirect untuk menunjang transaksi bisnis nasabah dan debitur non perorangan secara digital dan mampu memenuhi semua kebutuhan klien dalam satu portal terintegrasi.
Sepanjang tahun 2022, tercatat jumlah user BNIDirect tumbuh 24,9 persen yoy menjadi 100.000 user, diikuti oleh pertumbuhan volume transaksi sebesar 47 persen yoy atau setara Rp 6.168 triliun, dengan jumlah transaksi yang juga meningkat 18,4 persen yoy atau mencapai 764 juta transaksi.
Laba Bersih di 2022 Menjadi yang Tertinggi Sepanjang Sejarah, Tembus Rp 18,31 Triliun
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI mencatat laba bersih secara konsolidasi Rp 18,31 triliun di 2022. Perolehan ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah BNI.
Di mana, jika dihitung, laba BNI di 2022 ini naik 68 persen secara tahunan atau year on year (yoy), yang sebesar Rp 10,89 triliun.
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengungkapkan kinerja ini terwujud karena kebijakan strategis yang diterapkan di tengah pemulihan ekonomi pada 2022 dan transformasi perusahaan sesuai dengan blueprint.
"Perolehan laba bersih ini tertinggi sepanjang sejarah BNI dan berada di atas ekspektasi pasar," kata dia dalam konferensi pers, Selasa (24/1/2023).
