Pengguna LinkAja Syariah Capai 6,6 Juta, Meningkat 150 Persen
·waktu baca 2 menit

LinkAja Syariah merayakan hari jadinya yang kedua tahun. Dalam perayaannya, LinkAja Syariah membeberkan jumlah pengguna LinkAja mencapai 6,6 juta, meningkat 150 persen secara tahunan (year on year).
Plt. CEO LinkAja Wibawa Prasetyawan, mengatakan bahwa jumlah transaksi LinkAja juga mencapai hingga lebih dari 300 persen serta diikuti penghasilan yang meningkat hingga 1.459 persen.
Selain itu, LinkAja Syariah meluncurkan kampanye #MakinBerkah dan tampilan logo baru, yang menggambarkan komitmen LinkaAja Syariah untuk menyatukan beragam potensi umat.
Dalam peluncuran logo baru tersebut, hadir juga Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi, Plt. CEO LinkAja Wibawa Prasetyawan, dan Anggota Badan Pelaksana pada Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Iskandar Zulkarnain.
Dalam acara tersebut Prasetyawan menyampaikan, tujuan LinkAja Syariah adalah untuk mencapai visi masterplan syariah Indonesia yang akan mencapai tujuannya pada tahun 2024 untuk mencapai masyarakat Indonesia mandiri, makmur, dan madani.
“Semoga kita bisa menjadi pusat perekonomian terkemuka syariah yang didukung inklusi keuangan dan pertumbuhan ekonomi syariah di atas rata-rata,” ujar Prasetyawan dalam konferensi pers secara daring, Jumat (22/4).
Sebelumnya, pada 2021 LinkAja Syariah mendapat penghargaan dari Baznas dan Rumah Zakat Award atas capaiannya sebagai mitra strategis dalam digitalisasi ekosistem dana sosial syariah.
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi turut senang dalam capaian LinkAja Syariah. Ia berharap LinkAja Syariah dapat menjadi pendorong laju era baru di Indonesia dalam mengakselerasi inklusi keuangan digitalisasi berbasis syariah agar Indonesia dapat menjadi tuan rumah pusat perekonomian dunia.
Senada dengan Zainut, Wakil Presiden Indonesia Ma’ruf Amin juga ikut berharap agar ke depannya LinkAja dapat mengoptimalisasi layanannya.
“Ke depan saya berharap LinkAja dapat mengoptimalkan peran potensi layanan setidaknya komitmen pada dua aspek penting keamanan dan kemanfaatan,” pungkas Ma’ruf.
