news-card-video
30 Ramadhan 1446 HMinggu, 30 Maret 2025
Jakarta
chevron-down
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45

Penguatan Dolar AS Tak Bikin Utang XL Axiata Bengkak

9 Maret 2018 17:21 WIB
clock
Diperbarui 14 Maret 2019 21:10 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Direksi PT XL Axiata Tbk. (Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Direksi PT XL Axiata Tbk. (Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan)
ADVERTISEMENT
Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah tidak berdampak signifikan terhadap utang PT XL Axiata Tbk (EXCL). Dolar AS sempat menembus level tertingginya di angka Rp 13.800. Mengutip data perdagangan Reuters, sore ini dolar AS bergerak di level Rp 13.799.
ADVERTISEMENT
"Kalau melihat loan kami, 30% dan 70%. 30% itu adalah foreign debt (utang dalam mata uang asing)," ungkap Direktur EXCL Mohamed Adlan bin Ahmad Tajudin di Graha XL, Jakarta, Jumat (9/3).
Menurut Adlan, sebagian besar utang perusahaan dalam bentuk valas sudah sudah dilindung nilai (hedging). Sehingga Adlan mengklaim fluktuasi kurs tidak terlalu berdampak pada pinjaman perusahaan.
XL Axiata (Foto: Jofie Yordan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
XL Axiata (Foto: Jofie Yordan/kumparan)
"Jadi menurut saya fluktuasi rupiah dampaknya tidak signifikan," ujar Adlan.
Selain pinjaman, menurut Adlan, perusahaan juga melakukan lindung nilai pada belanja modal (capital expenditure/capex). "Capex juga sudah kami hedging ke IDR (rupiah)," ujarnya.
Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga 31 Desember 2017, total pinjaman XL Axiata yaitu Rp 15,26 triliun (liabilitas jangka pendek) dan Rp 19,464 (liabilitas jangka panjang).
ADVERTISEMENT
Dari total utang tersebut, sebesar Rp 2,6 triliun akan jatuh tempo di tahun ini. "Jadi sekarang tinggal Rp 2,6 triliun yang remaining ya," ujarnya. Sementara utang lainnya berupa sukuk ijarah tercatat Rp 1,04 triliun akan jatuh tempo pada 8 Mei 2018.