Kumparan Logo

Pengumuman! BP-AKR Ungkap Bakal Buka Bisnis SPKLU di Indonesia

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Marketing BP-AKR Vanda Laura. Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Marketing BP-AKR Vanda Laura. Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

PT Aneka Petroindo Raya atau SPBU BP-AKR mengungkapkan rencana mengembangkan bisnis Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) atau SPBU listrik di Indonesia.

Direktur Marketing BP-AKR, Vanda Laura, mengatakan BP sendiri telah menetapkan target pengembangan SPKLU sebanyak 100.000 unit sampai tahun 2030 di seluruh dunia.

"Kalau di global itu memang BP sendiri punya rencana di tahun 2030, itu kita mau punya sekitar 100.000 EV chargers di seluruh dunia terutama di market kita beroperasi," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (2/11).

Vanda melanjutkan, hingga kini BP sudah memiliki 16.800 SPKLU yang sudah terpasang di berbagai negara, seperti China, India, Eropa, AS, Australia, New Zealand dan sebagainya.

"Teknologi dan juga keahlian para saintis kami juga bisa kami terapkan ke Indonesia. Tapi untuk saat ini yang kami lihat itu adopsinya justru itu lebih banyak di roda dua," ungkapnya.

Sehingga, dia mengungkap BP-AKR telah menggandeng mitra perusahaan lokal yang bergerak di sektor battery swapping atau Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) untuk melakukan uji coba dari sisi keamanan dan penggunaannya di dalam negeri.

"Mumpung lagi sama sama kita belajar ini kita lihat ternyata adopsi dari sisi logistik terutama pemain-pemain logistik, kemudian ride hailing semua sudah mulai melirik ke arah elektrik roda dua, mungkin karena dari total cost jatuhnya jadi lebih murah," jelasnya.

Dengan begitu, Vanda memastikan pihaknya juga terus mendukung agenda pemerintah menggenjot penggunaan kendaraan listrik, namun tidak serta-merta langsung ekspansi begitu saja.

"Tapi ada planing ke sana dan kita akan melakukannya secara bertahap," tegasnya.

Untuk saat ini, Vanda menyebutkan belum ada SPBU listrik milik BP-AKR di Indonesia. Namun, dia memastikan pengembangan ke depan bisa mendukung target 100.000 unit di seluruh dunia tercapai di tahun 2030.

"Salah satu pemain yang kami ajak bermitra ini kebetulan dia juga sudah ada pangsa pasar untuk motornya, baterainya, jadi sama-sama kita uji coba," pungkasnya.