Pengumuman! Sri Mulyani Pastikan Harga Pertalite Tak Naik di 2022

19 Mei 2022 12:52
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Sri Mulyani saat bahas RAPBN dengan Banggar DPR Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sri Mulyani saat bahas RAPBN dengan Banggar DPR Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
ADVERTISEMENT
Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan harga BBM Pertalite tak akan naik di tahun ini. Sebab, pemerintah menambah anggaran subsidi energi sebesar Rp 74,9 triliun di APBN 2022.
ADVERTISEMENT
Selain itu, pemerintah juga memberikan tambahan kompensasi tahun ini sebesar Rp 216,1 triliun, terdiri dari tambahan kompensasi BBM Rp 194,7 triliun dan kompensasi listrik Rp 21,4 triliun.
"Untuk kompensasi meledak tinggi karena barang-barang tadinya tidak diatur juga tidak dinaikkan, pertalite dalam hal ini tidak diubah harganya," ujar Sri Mulyani saat rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI, Kamis (19/5).
Sebelumnya dalam APBN 2022 dengan asumsi harga minyak mentah Indonesia atau ICP USD 63 per barel, pemerintah tidak memberikan kompensasi terhadap Pertalite, melainkan hanya solar. Namun dalam usulan ICP USD 100 per barel, Sri Mulyani memberikan kompensasi untuk Pertalite Rp 114,7 triliun dan solar Rp 98,5 triliun.
"Kalau masyarakat kemarin dengan mobil menggunakan Pertalite itu bagian yang harus dibayar pemerintah ke Pertamina dalam bentuk kompensasi Rp 114,7 triliun kalau harga minyak terus menerus di atas USD 100," jelasnya.
Petugas melayani pengisian BBM jenis Pertalite di SPBU 74.931.04 Tapak Kuda, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (12/4/2022). Foto: Jojon/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas melayani pengisian BBM jenis Pertalite di SPBU 74.931.04 Tapak Kuda, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (12/4/2022). Foto: Jojon/ANTARA FOTO
Selain Pertalite, Sri Mulyani juga memastikan pemerintah tak akan menaikkan tarif dasar listrik subsidi. Sebab, pemerintah akan menambah kompensasi Rp 21,4 triliun untuk subsidi listrik di tahun ini.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Solar juga meledak ke Rp 98,5 triliun dan listrik juga Rp 21,4 triliun. Jadi anggaran untuk kompensasi akan melonjak dari tadi Rp 18,5 triliun menjadi Rp 234,6 triliun atau naik Rp 216,1 triliun," tambahnya.
Sebelumnya, tiga menteri memberikan sinyal adanya kenaikan harga BBM Pertalite, yaitu Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Kemudian, pernyataannya diperkuat oleh Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Menteri ESDM Arifin Tasrif.
Luhut mengungkapkan sinyal kenaikan harga BBM jenis Pertalite hingga gas LPG 3 kg. Kata dia, pemerintah akan melakukan perhitungan dengan cermat dan melakukan sosialisasi terkait rencana kenaikan secara bertahap.
Selanjutnya Arifin Tasrif membeberkan rencana penyesuaian harga Pertalite hingga Solar dalam waktu dekat, yang termasuk ke dalam strategi menghadapi dampak kenaikan harga minyak dunia.
ADVERTISEMENT
“Sementara untuk jangka menengah dan panjang, salah satu strategi pemerintah yaitu peningkatan cadangan operasional, optimalisasi campuran bahan bakar nabati solar, dan penyesuaian harga Pertalite dan Solar," ujar Arifin saat rapat dengan Komisi VII DPR, Rabu (13/4).
Menteri BUMN Erick Thohir tidak membantah dan juga mengiyakan mengenai rencana kenaikan harga Pertalite. Erick bilang, harga Pertalite belum direncanakan naik untuk saat ini, namun pemerintah saat ini juga terus menjaga keuangan negara, utamanya dari bengkaknya belanja subsidi energi.
"Belum ada rencana melakukan. Tapi pemerintah juga sekarang sedang menjaga keuangan negara," kata Erick saat ditemui wartawan setelah pembekalan peserta rekrutmen BUMN 2022 di Senayan, Jakarta, Rabu (18/5).