Kumparan Logo

Pengusaha Batik Yogyakarta Bagikan Sederet Tips Jualan di Platform Online

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
CEO Rianty Batik Aditya Suryadinata di outlet Rianty Batik Malioboro Yogyakarta, Selasa (5/2/2024). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
CEO Rianty Batik Aditya Suryadinata di outlet Rianty Batik Malioboro Yogyakarta, Selasa (5/2/2024). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan

CEO Rianty Batik, Aditya Suryadinata, membagikan tips bagi pelaku batik UMKM untuk berjualan melalui platform belanja online.

Adit mengatakan, produk harus memiliki branding yang kuat sehingga pondasi bisnis sesuai. Selain itu, produk UMKM harus memiliki keunikan tersendiri dengan kualitas yang bertahan.

“Branding di Rianty ini kita batiknya kualitas premium, harganya affordable dan kita pertahankan,” ujar Adit dalam Workshop Batik bersama Shop Tokopedia di Malioboro Yogyakarta, Selasa (6/2).

Adit menyoroti pelaku usaha sering membanting harga produk semurah-murahnya agar bisa dibeli konsumen. Padahal, branding bisnis yang menarik membuat pembeli tetap bertahan.

CEO Rianty Batik Aditya Suryadinata di outlet Rianty Batik Malioboro Yogyakarta, Selasa (5/2/2024). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
CEO Rianty Batik Aditya Suryadinata di outlet Rianty Batik Malioboro Yogyakarta, Selasa (5/2/2024). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan

“Berbanding dengan perang antara harga, orang dengan secepat itu change ke produk lain yg lebih murah. Kalau brand orang bisa loyal, itu lebih bisa sustain,” tuturnya.

Para pengusaha harus mengubah mindset dan menyesuaikan masyarakat yang menginginkan produk secara instan. Sebagian UMKM dinilai tidak mau mengambil risiko.

“Kita bekerja sama dengan banyak UMKM. Yang jelas mereka harus mengubah mindset, kalau online itu serba instan dan cepat, di mana ada orang yang mau beli harus ada produknya,” imbuhnya.

Pelaku bisnis juga harus memiliki stok produk yang jelas sehingga tidak mengalami kekurangan agar usahanya terus berkembang saat bergabung di platform online.

“Kalau untuk produk impor luar negeri, selama kita punya brand sudah cukup dikenal dan orang tahu kualitas, seharusnya tidak menjadi masalah kecuali perang harga” kata Adit.