Pengusaha Dukung Rencana Jokowi Undang Maskapai Asing Masuk Indonesia

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mendukung rencana Presiden Jokowi untuk mengundang maskapai asing masuk ke Indonesia. Persoalan harga tiket pesawat yang mahal menjadi pertimbangan utama dari dukungan ini.
Ketua Umum Apindo, Haryadi Sukamdani, mengatakan industri penerbangan Tanah Air yang didominasi pemain, yakni Lion Air dan Garuda, dinilai membuat harga tiket sulit turun.
"Kami mendukung penuh inisiatif pemerintah memperkenankan pesawat regional atau pesawat penerbangan asing menambah rute domestiknya. Itu kami dukung penuh," kata Hariyadi saat ditemui di open house Gubernur BI, Jalan Patiunus, Jakarta, Rabu (5/6).
Hariyadi yang juga Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) itu mengakui, dampak dari mahalnya harga tiket pesawat tersebut berimbas pada menurunnya pelancong lokal. Sehingga okupansi hotel juga turut menurun.
"Memang dominasi Garuda dan Lion terlalu besar, sehingga harga itu akan sulit terkoreksi karena mereka terlalu dominan," katanya.
Menurut dia, harga tiket pesawat yang melambung tinggi sejak Januari 2019, membuat rata-rata okupansi hotel turun hingga mencapai 30 persen. Penurunan terutama terjadi di wilayah Timur Indonesia.
"Ini juga berdampak pada hotel rata-rata dari Januari sampai sekarang yakni 10-30 persen turunnya. Tapi itu tergantung daerah cukup signifikan. Daerah Timur okupansinya 70 persen, ini bisa turun 30 persen dari yang dialami sekarang," jelas dia.
Dalam wawancara eksklusif dengan kumparan, Presiden Jokowi menyebut industri penerbangan Tanah Air saat ini hanya dikuasai dua pemain besar, yakni Lion Air Group (Lion Air, Batik Air dan Wings Air) dan Garuda Indonesia Group (Garuda Indonesia, Citilink, Sriwijaya Air, dan Nam Air).
Terbatasnya pemain di industri penerbangan berdampak pada penentuan harga tiket pesawat yang kurang kompetitif. Jokowi pun akan mengundang maskapai-maskapai baru untuk membuka rute domestik.
Dengan demikian, konsumen bisa memiliki lebih banyak pilihan. Maskapai juga semakin efisien sehingga akan berdampak terhadap harga tiket pesawat yang semakin terjangkau.
"Kita akan perbanyak kompetisi ini, sehingga mereka (maskapai) akan semakin efisien," kata Jokowi dalam wawancara khusus kumparan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (29/5)..
Terkait mengundang maskapai asing, Jokowi menyebut perizinan di Indonesia memungkinkan untuk itu. Maskapai asing bisa mendirikan perusahaan (perseroan terbatas) dan membuka rute-rute domestik.
Saat ini, maskapai asing yang telah membuka rute penerbangan domestik adalah Indonesia AirAsia. Di mana 49,25 persen sahamnya dimiliki oleh AirAsia Investment Ltd.
"Lho kita kan juga terbuka. Yang penting kompetisilah. Saya kira di dalam negeri sendiri kalau ada kompetisi kan bagus," jelasnya.
