Pengusaha Furniture Ini Bikin Sepeda Lokal Buatan Jepara

Libiyan Sulistiyo tak mampu berbuat banyak saat pandemi melahap bisnis furniturenya Maret lalu. Ia pun terpaksa merumahkan sekitar tujuh pegawainya karena sebagian pesanan ditunda, dan turunnya permintaan pesanan yang drastis.
Pada saat itu Libiyan mencoba mencari alternatif lain sebagai pemasukan. Ia mencermati tren masyarakat di tengah pandemi yang mulai berubah. Salah satunya dengan semakin gencarnya masyarakat bermain sepeda.
Ia mencoba merakit sepeda rongsokan dan kemudian 'dipercantik' untuk menangkap respons pasar. Kebetulan ia sempat bertemu tukang rongsokan yang membawa empat frame sepeda. Ia membeli dengan harga Rp 600 ribu.
“Di balik barang rongsokan terdapat emas, kalau kita bisa melihatnya,” katanya kepada kumparan, Minggu (4/10).
Selanjutnya, ia merakit keempat sepeda tersebut secantik mungkin hingga membuat rekan-rekannya tertarik untuk membeli. Berbekal jaringan distributor sepeda membuatnya semakin mudah untuk merakit sepeda.
“Kebetulan saya kenal distributor spare part-nya, tukang las konstruksi. Niatnya saya bikin empat enggak saya jual, akhirnya saya pandaning, (diwarna) airbrush cakep, bagus saya bikin sendiri sebagian,” tuturnya.
Seiring berjalannya waktu, ia mendapat pesanan yang sangat banyak dari berbagai provinsi. Lalu ia memanggil kembali ketujuh mantan pegawainya untuk bekerja bersamanya kembali.
Dalam sebulan ia mampu menjual sepeda sekitar 20-30 unit. Harga sepeda yang ditawarkan beragam dari Rp 3,7 juta per unit - Rp 6 juta an per unit. Namun, harga tersebut belum termasuk keperluan upgrade dan aksesoris.
“Upgrade kadang - kadang bisa sampai Rp 6 juta, Rp 8 juta, 12 juta. Tergantung kebutuhan,” sambungnya.
Mayoritas penjualannya dilakukan melalui Instagram @decosiabike. Sebab ia menilai tren masyarakat berbelanja online semakin tinggi, apalagi di tengah pandemi.
“Itu mempengaruhi penjualan, dan saya ke konsumen bilang, saya enggak jual produk. Yang saya jual konsep. Bahkan di tempat saya ada diskusi sebelum order,” tuturnya.
Ke depan, Libiyan akan membina masyarakat di daerahnya untuk mampu memproduksi aksesoris sepeda. Sebab, Pria yang berdomisili di Jepara ini menerima pembuatan desain berbagai jenis sepeda dapat diproduksi, dari jenis jadul ‘Minion’ sampai yang modern mirip sepeda lipat.
“Saya full di gudang kedepan saya akan bina UKM di sini karyawan yang dulu kerja, sekarang lo gue modalin peralatan bikin stang , ada lagi bikin rak panil bikin di sana, terus ada lagi saya bikin sadel. Lha nanti baru saya rakit di situ. Dilihat ekonomi tumbuh,” jelasnya.
