kumparan
17 Mar 2018 16:47 WIB

Pengusaha Ikan Hias: Louhan Tak Mungkin Bisa Booming Lagi Seperti 2002

Ikan Louhan di Pasar Ikan, Menteng. (Foto: Abdul Latif/kumparan)
Lesunya penjualan ikan Louhan ditanggapi dingin oleh para pengusaha ikan hias. Mereka menilai masa jaya ikan Louhan telah selesai dan tidak mungkin kembali bersinar seperti tahun 2002 lalu.
ADVERTISEMENT
Anggota Dewan Ikan Hias Indonesia (DIHI) Teguh berpendapat ikan Louhan bukan termasuk ke dalam kategori ikan spesial lagi. Dulu, banyak orang yang memburu ikan ini karena mengira bahwa corak warna hitam di bagian badan dan benjolan kepala adalah sesuatu yang langka.
"Kalau untuk booming lagi enggak yakin ya semua sudah pada tahu kalau itu semua bukan ikan mahal. Sebetulnya siapapun bisa membuat corak, coraknya bukan corak yang pasti, itu sebetulnya biasalah enggak perlu mahal," ujar Teguh kepada kumparan (kumparan.com), Sabtu (17/3).
Ikan Louhan di Pasar Ikan, Menteng. (Foto: Abdul Latif/kumparan)
Di tahun 2002 lalu, booming ikan Louhan disebabkan karena tindakan spekulatif akibat permintaan yang tinggi. Masyarakat percaya semakin banyak corak bentolan hitam di badan ikan dan benjolan kepala yang besar membawa keberuntungan. Namun sayang, karena banyaknya masyarakat yang memelihara ikan jenis ini berakibat pada kelebihan populasi. Sehingga harga ikan Louhan turun drastis.
ADVERTISEMENT
"Itu awalnya rekayasa dari beberapa orang yang berani membeli dengan harga jual tinggi," tambahnya.
Booming ikan Louhan hanya terjadi di Indonesia. Sedangkan di negara lain, ikan Louhan adalah jenis ikan hias biasa dan tidak spesial sehingga perlakuan dan harga yang dijual tidak terlalu mahal.
"Oh dari dulu enggak ada perbedaan (harga) di Eropa, Jepang, Australia mereka enggak terlalu minat. Paling Malaysia (minat). Bahkan di Eropa enggak terlalu kenal (dengan ikan Louhan)," tutupnya
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan