Pengusaha Ikan Patin Jajaki Makkah untuk Penuhi Kebutuhan Jemaah Haji

Produsen ikan patin PT Central Pertiwi Bahari saat ini tengah bersiap-siap menjajaki pasar ekspor ke Makkah, Arab Saudi. Potensi konsumsi ikan patin di Tanah Suci tersebut dinilai cukup besar.
Direktur Central Pertiwi Bahari, Samiono, mengatakan saat ini perusahaan memang tengah fokus mengembangkan bisnis ikan patin di pasar domestik. Namun, ekspansi akan dilakukan ke wilayah Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi ikan patin bagi para jemaah haji.
"Nanti saya ada bisnis matching dengan Kemenag (Kementerian Agama), beliau hitung berapa kali makan dan lain-lain, saya akan bicara lebih detail. Potensial buyer yang ditunjuk Kemenag untuk patin ini, saya berharap bisa masuk Arab Saudi dengan bantuan Kemenag," kata Samiono di sela-sela investment forum di Gedung Mina Bahari III, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta Pusat, Rabu (11/4).
Samiono mengaku fokus menggarap pasar domestik untuk menggantikan posisi ikan dori asal Vietnam yang selama ini menguasai pasar. Saat ini, kata dia, merupakan waktu yang tepat mengembangkan bisnis ikan patin fillet setelah kebijakan KKP melarang peredaran produk ikan dori asal Vietnam di dalam negeri.
"Selama ini kami masih jual domestik, karena kebutuhan untuk domestik dengan adanya larangan impor dan dijaga betul Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM). Jadi ini sangat terbuka lebar untuk menyerap produk fillet patin ini," kata dia.
Sementara itu ditemui di tempat yang sama, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Sri Ilham Lubis menyebutkan potensi konsumsi ikan patin di Makkah saat ini memang cukup tinggi. Hal ini sejalan dengan jumlah jemaah haji yang mengalami peningkatan.
"Umrahnya juga besar sekali, bisa empat kali lipatnya jumlah jemaah haji. Bisa mencapai 900 ribu jemaah dalam satu tahun. Jadi menu ikan di Makah selama seminggu akan ada empat kali, kalau di Madinah lima kali menu ikan, di Armina juga lima kali," kata dia.
