Pengusaha Ini Bangun SPBU BBM Satu Harga di Banggai Laut Rp 4 Miliar

Warga Desa Timbong, Kecamata Banggai Tengah, Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Selatan baru saja meresmikan SPBU BBM Satu Harga. SPBU ini menjadi yang kedua yang ada di kampung mereka.
Pemiliknya adalah Antonius Liung. Dia merupakan pengusaha pendatang di Banggai Laut. Tapi sudah lama tinggal di sana, sejak 26 tahun lalu.
Anton, begitu panggilannya, perlu merogoh kocek cukup besar untuk membangun SPBU bernomor 74.948.01 itu.
“Modalnya itu lumayan. Sekitar Rp 4 miliar,” katanya kepada kumparan (kumparan.com), Kamis (19/4).

Meski modal yang dia keluarkan besar, Anton senang bisa membangun SPBU BBM Satu Harga ini. Katanya, tujuannya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kita lihat masyarakat banyak butuhkan BBM, kita bangun,” akunya.
SPBU 74.948.01 merupakan stasiun BBM Satu Harga ketiga yang dibangun PT Pertamina (Persero) bersama Antonius. Di SPBU ini, baru hanya menjual BBM jenis Premium dan Solar saja dengan kapasitas tangki masing-masing 15 Kilo Liter (KL).
Bangunan fisik SPBU ini terbilang rapi. Sebab, meski jauh dari rumah penduduk, di dalam SPBU sudah ada 4 stasiun pengisian dan sudah menggunakan nozzle, sebab di beberapa daerah di pinggiran Indonesia, ada SPBU BBM Satu Harga yang ketika dibangun, masih menggunakan canting (pengisian BBM dengan gayung literan pakai tangan).
Dengan adanya SPBU ini, kini warga Banggai Laut bisa membeli Premium dengan harga Rp 6.450 per liter dan Solar Rp 5.150 per liter. Sebelumnya, mereka harus membeli di tingkat pengecer dengan harga hingga Rp 12.000 per liter.
