Kumparan Logo

Pengusaha Prediksi Bisnis Batik Masih Moncer di Tahun Politik

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
CEO Rianty Batik, Aditya Suryadinata di Workshop Batik bersama Shop Tokopedia di Malioboro Yogyakarta, Selasa (6/2/2024). Foto: Tokopedia
zoom-in-whitePerbesar
CEO Rianty Batik, Aditya Suryadinata di Workshop Batik bersama Shop Tokopedia di Malioboro Yogyakarta, Selasa (6/2/2024). Foto: Tokopedia

CEO Rianty Batik, Aditya Suryadinata optimistis bisnis batik terus berkembang di tahun 2024 seiring ekonomi Indonesia stabil dan tidak ada penutupan toko seperti pandemi COVID-19.

“(Bisnis) batik selama ekonomi indonesia bisa stabil dan selama tidak ada penutupan-penutupan lagi, itu sih kita optimistis akan bisa meningkat,” ujar Aditya dalam Workshop Batik Shop Tokopedia di outlet Rianty Batik Malioboro Yogyakarta, Selasa (6/2).

Adit menceritakan kinerja bisnisnya sempat menurun saat COVID-19 karena orang-orang berhenti membeli batik karena biasanya dipakai untuk bekerja dan menghadiri undangan pernikahan.

“Baru terasa saat tahun 2023 kemarin (bisnis) mulai pulih. Kalau market retail belum bisa pulih sebelum pandemi,” tutur Adit.

Berdiri sejak tahun 2007, Rianty Batik saat ini memiliki 13 mitra outlet tersebar di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa. Dalam menghadirkan desain atau sketsa handmade, Rianty Batik bekerja sama dengan puluhan perajin batik dan desainer lokal dari Yogyakarta, Solo, dan sekitar Jawa Tengah.

Rianty Batik terbantu setelah bergabung dengan Tokopedia untuk mempercepat pertumbuhan bisnis khususnya saat pandemi. Ke depannya, Rianty Batik juga akan memanfaatkan TikTok dengan lebih baik untuk memperluas pasar.

"Dengan adanya penjualan Tokopedia, membukakan market lokal di Yogyakarta. Banyak customer dari jabodetabek dari luar jawa itu bisa ngerti, tahu tentang Rianty lalu mereka beli," imbuh Adit.

"Terasa kampanye setelah Tokopedia, traffic lebih banyak dan kembali lagi penjualan. Traffic pengunjung membuat produk meningkat, sehingga penjualan meningkat," sambungnya.

Adit enggan membeberkan secara rinci besaran omzet toko. Meski demikian, ia mengaku omzet yang diraup lebih dari Rp 50 juta setiap bulan. Omzet tersebut termasuk dari 13 mitra outlet yang tersebar di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa.