Pengusaha Sukses Miliki Gen Kurang Tidur

Berapa jam seseorang perlu tidur dalam sehari? Sebuah penelitian mengungkapkan, hal itu ternyata sangat dipengaruhi gen seseorang. Yang menarik, gen orang yang cenderung butuh tidur lebih sedikit, banyak menjadi pengusaha sukses atau elite politik berpengaruh.
Perdana Menteri Inggris periode 1979-1990, Margaret Thatcher dilaporkan hanya tidur empat jam setiap harinya. Meski begitu, salah seorang dari sangat sedikit perempuan pemimpin dunia saat itu, dikenal sebagai pemimpin berpengaruh di tataran global. Thatcher pun dalam percaturan politik dijuluki The Iron Lady.
Kebiasaan serupa dijalani Jack Dorsey, pendiri dan CEO Twitter serta perusahaan aplikasi pembayaran Square ini, kerap masih bekerja di jam ketika orang lain sudah tertidur pulas. "Saya tidak banyak tidur, tapi itu sudah cukup," kata pemilik kekayaan USD 3,5 miliar versi Forbes ini.
Jadi mengapa sejumlah orang bisa tetap produktif dan energik, meski kurang tidur dibandingkan orang lain? Sebuah laporan penelitian yang diterbitkan oleh University of California, baru-baru ini mengungkapkan hal itu sangat dipengaruhi gen seseorang.

Dikutip dari wef.org, studi tersebut melihat sekelompok orang yang mampu bertahan dan tetap produktif, meski hampir tidak tidur. Penelitian itu menemukan, orang dengan kecenderungan seperti itu memiliki kesamaan, yakni mutasi pada gen yang disebut DEC2.
“Orang dengan mutasi gen ini ‘dilahirkan kurang tidur’," kata Dr Ying-Hui Fu, profesor ilmu saraf yang menulis studi tersebut. Menurutnya, orang-orang tersebut merasa energik dan terjaga bahkan meski hanya tidur beberapa jam saja.
"Artinya mereka sering bisa menahan kantuk, sehingga bisa menyelesaikan lebih dari satu pekerjaan dan tetap menjaga kesehatan mental yang baik,” jelasnya. Ying menggambarkan orang-orang dengan gen tersebut bisa tidur dengan efisien. Ketika orang lain perlu mengistirahatkan otaknya selama 8 jam saat tidur, mereka bisa melakukan hal itu dalam empat jam.
Menurut studi tersebut, populasi orang dengan mutasi Gen DEC2 hanya kurang dari 1% di dunia. Kini riset sedang dikembangkan, untuk menghasilkan obat yang bisa membuat seseorang tidur minim tapi tetap produktif dan energik. Riset untuk itu, diperkirakan masih butuh waktu 10-15 tahun.
