Penjelasan Erick Thohir tentang Djamal Attamimi yang Tawarkan StreetScooter

4 Desember 2021 12:49
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Penjelasan Erick Thohir tentang Djamal Attamimi yang Tawarkan StreetScooter (165972)
zoom-in-whitePerbesar
Menteri BUMN Erick Thohir mencoba mengendarai mobil listrik dan mengecek kesiapan stasiun pengisian kendaraan listrik (charging station) di Bali. Foto: Instagram/@erickthohir
ADVERTISEMENT
Menteri BUMN Erick Thohir buka suara mengenai nama Djamal Attamimi yang disebut sebagai orang yang menawarkan startup mobil listrik asal Jerman, StreetScooter, agar dibeli Indonesia Battery Corporation (IBC).
ADVERTISEMENT
Rencana IBC membeli StreetScooter sendiri telah ramai diperbincangkan, karena dianggap terlalu besar yaitu senilai USD 170 juta atau sekitar Rp 2,43 triliun (kurs dolar Rp 14.300). Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok belum lama ini mengungkapkan penolakannya terhadap rencana ini karena terlalu mahal.
Saat ditanya oleh kumparan, Erick mengaku mengenal Djamal dengan baik serta mengonfirmasi bahwa dia yang menawarkan StreetScooter.
"Lho Djamal itu, saya kenal baik. Apa salahnya dia menawarkan? Yang penting saya tidak ada kick back (dijanjikan dapat imbalan). Jangan suudzon," kata Erick kepada kumparan di Gedung DPR RI, Kamis (2/11).
Kendati demikian, Erick tak menjelaskan detail perihal hubungan baiknya dengan Djamal. Di matanya, Djamal sebagai seseorang yang kompeten di bidang bisnis.
ADVERTISEMENT
Dia juga menegaskan, rencana pembelian StreetScooter yang ditawarkan Djamal akan tetap memperhitungkan kajian kelayakannya (feasible).
"Jadi enggak pernah berpikir ambil (keuntungan) itu. Jadi kita enggak pernah drive kepentingan pribadi. Saya enggak pernah, buktiin saja. Urusan feasible atau enggak, kan bukan saya yang nentuin," kata dia.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020

StreetScooter Jadi Produsen Mobil Listrik di Indonesia, Erick: Apa Salahnya?

Penjelasan Erick Thohir tentang Djamal Attamimi yang Tawarkan StreetScooter (165973)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi StreetScooter. Foto: www.streetscooter.com
Erick menjelaskan, dalam ekosistem kendaraan listrik yang dicanangkan pemerintah dan Kementerian BUMN saat ini, sudah ada beberapa pemainnya, dari hulu ke hilir.
Untuk produsen mobil listrik, sampai saat ini baru Hyundai yang siap. Pabriknya akan beroperasi pada 2022 di Karawang, Jawa Barat. Jika StreetScooter masuk, maka produsen mobil listrik dalam ekosistem ini menjadi dua pemain.
ADVERTISEMENT
"Kalau sudah ada baterai, ada pengisian, ada motor, apakah salah dikembangkan ke mobil? Karena dikembangkan ke mobil enggak salah, ya tinggal dicari saja partner-nya. Saya enggak pernah maksa mesti partner ini, partner itu. Yang penting kita harus bikin ekosistem, jangan sampai kita hanya bermain di raw material (menyediakan bijih nikel). Jadi saya tidak pernah berpikir untuk kepentingan saya," ucapnya.

Mengenal Lebih Lanjut Sosok Djamal Attamimi

StreetScooter GmbH merupakan anak usaha Deutsche Post DHL. Deutsche Post DHL dilaporkan ingin menjual StreetScooter. Sebab, proyek StreetScooter tidak berhasil, kendaraannya memiliki banyak masalah teknis, dan StreetScooter juga mengalami kerugian besar dalam beberapa kasus.
Penjelasan Erick Thohir tentang Djamal Attamimi yang Tawarkan StreetScooter (165974)
zoom-in-whitePerbesar
Djamal Attamimi. Foto: TBS Energi Utama
Menurut sumber kumparan, IBC rencananya masuk ke StreetScooter lewat Odin Automotive, perusahaan yang didirikan di Luksemburg pada pertengahan September 2021.
ADVERTISEMENT
Perusahaan tersebut disebut-sebut sebagai calon pembeli StreetScooter. Odin dipimpin oleh manajer Stefan Krause, yang merupakan pemegang saham utama. Selain Stefan, Djamal Attamimi diketahui sebagai pemegang saham Odin lainnya.
Investment banker kelahiran Semarang ini sekarang berdomisili di Singapura. Dia pun tercatat sebagai Komisaris PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA).
Saham TOBA sebelumnya dikendalikan oleh Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan yang kemudian dilepas kepada perusahaan Singapura, Highland Strategic Holding Pte Ltd pada awal Desember 2017.