Penjelasan IBC soal Rencana Caplok Perusahaan Jerman yang Disebut Ahok Bullshit

27 November 2021 10:22
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Foto: AFP
zoom-in-whitePerbesar
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Foto: AFP
ADVERTISEMENT
Indonesia Battery Corporation (IBC) buka suara soal rencana akuisisi perusahaan mobil listrik asal Jerman, StreetScooter, yang ditolak oleh Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
ADVERTISEMENT
IBC adalah holding industri baterai kendaraan listrik yang dibentuk oleh 4 BUMN, salah satunya adalah PT Pertamina (Persero). Tiga BUMN lain yang memiliki saham IBC adalah MIND ID, PLN, dan Antam.
Corporate Secretary IBC, M Sabik, menjelaskan bahwa dalam RJPP (Rencana Jangka Panjang Perseroan) IBC ada pengembangan bisnis baik di Ekosistem EV Battery (EVB) maupun EV (Electric Vehicle).
Pengembangan Ekosistem EV ini, kata Sabik, menjadi salah satu kunci untuk mendukung program percepatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di Indonesia.
"Salah satu upaya yang dilakukan IBC dalam pengembangan industri EV adalah dengan mengembangkan portfolio bisnis untuk mendapatkan know-how dan knowledge transfer serta mitra strategis yang memiliki kompetensi dalam pengembangan EV," ujarnya melalui pesan singkat kepada kumparan, Sabtu (27/11).
ADVERTISEMENT
Untuk itu, sampai saat ini IBC sedang menjajaki kemungkinan untuk mendapatkan mitra yang dapat mendukung upaya mengakselerasi penggunaan EV di Indonesia. "Mitra strategis tersebut tentu bisa berasal dari dalam negeri maupun luar negeri," Sabik melanjutkan.
Sumber kumparan menyebut IBC akan mengakuisisi StreetScooter dengan harga USD 170 juta atau sekitar Rp 2,43 triliun (kurs dolar Rp 14.300). Angka ini dinilai Ahok terlalu mahal.
Ilustrasi StreetScooter. Foto: www.streetscooter.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi StreetScooter. Foto: www.streetscooter.com
Menurut Ahok, nilai akuisisi StreetScooter terlalu tinggi karena perhitungan harga sahamnya menggunakan future valuation dengan alasan bisnisnya bakal bagus di masa mendatang.
"Anda tidak boleh membeli sesuatu atau mengarang future valuasinya ke depan. Dasarnya apa valuasi future? Ini barang baru. Itu saya tanya, mens rea-nya apa? Anda bodoh atau tadi ada yang nitip beli barang 20 jadi 170? Kalau suatu hari anda masuk penjara, jangan bilang ini hanya keputusan bisnis. Bullshit," kata Ahok dalam akun YouTube Panggil Saya BTP.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Rencana akuisisi itu, kata Ahok, dibalut dengan alasan agar Indonesia bisa menembus pasar mobil listrik Amerika Serikat dan China. Alasan itu juga dinilai Ahok mengada-ada. Sebab, Amerika Serikat sudah punya Tesla dan China punya Wuling. Kedua negara itu sudah punya industri kendaraan listrik yang maju. Sulit disaingi.
"Saya bilang narasinya apa mesti beli mobil listrik di Jerman? (Katanya) supaya kita bisa masuk ke pasar Amerika, China. Itu yang saya bilang hati-hati. Ketika anda bicara depan saya, saya kejar anda mulai ngaco, saya bisa dengan cepat menangkap anda mens rea-nya enggak beres. Bos, di Amerika ada Tesla. Di China Wuling (harganya) mobil listrik cuma Rp 50 juta. For what?" kata Ahok.
ADVERTISEMENT
Daripada mengakuisisi StreetScooter dengan harga tinggi, Ahok berpendapat lebih baik IBC mendorong pengembangan kendaraan listrik di dalam negeri. Jika Indonesia belum menguasai teknologinya, bisa saja bekerja sama dengan perusahaan asing untuk alih teknologi.

Profil StreetScooter

Dikutip dari laman resmi StreetScooter, perusahaan ini menawarkan kendaraan komersial ringan yang sepenuhnya elektrik. Kendaraan listrik untuk keperluan logistik yang diproduksi StreetScooter disebut cocok untuk lalu lintas dalam kota.
"Kami mendukung pengiriman yang efisien dan ramah lingkungan pada jarak terakhir," demikian pernyataan StreetScooter di laman resminya.
Didirikan pada 2014, StreetScooter GmbH merupakan anak usaha Deutsche Post DHL. Seratus persen sahamnya saat ini dimiliki Deutsche Post DHL. Pabriknya berlokasi di Aachen, Jerman. Mulai berproduksi secara resmi pada 2015.
Ilustrasi StreetScooter. Foto: www.streetscooter.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi StreetScooter. Foto: www.streetscooter.com
Kendaraan StreetScooter WORK Performance dengan panjang total 5,81 m, tinggi 1,93 m, dan lebar 2,31 m dapat bermanuver dengan mudah di dalam kota. Kecepatan tertinggi kendaraan listrik StreetScooter mencapai 100 kilometer per jam. Pengguna terbesar kendaraan StreetScooter adalah Deutsche Post.
ADVERTISEMENT
StreetScooter hanya dilengkapi satu kursi pengemudi sebagai standar. Berdasarkan permintaan, StreetScooter dapat dilengkapi dengan kursi penumpang.
Menurut informasi yang tertera di laman resmi, harga bersih kendaraan listrik StreetScooter 39.990 Euro atau sekitar Rp 640 juta (kurs 1 Euro = Rp 16.000).