Penjelasan JK soal Ari Soemarno di Proyek yang Dibahas Rini-Bos PLN

Rekaman suara antara Menteri BUMN Rini Soemarno dengan Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir ramai dibicarakan. Nama Ari Soemarno, kakak kandung Rini, disebut-sebut dalam percakapan itu.
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) angkat bicara mengenai polemik ini. Dia menegaskan bahwa pembicaraan tersebut bukan soal bagi-bagi fee seperti yang dituduhkan.
JK membeberkan, yang dibicarakan dalam Rini dan Sofyan Basir adalah porsi saham PT PLN (Persero) dalam proyek Land Based LNG Receiving and Regasification Terminal yang berkapasitas 500 MMscfd (kurang lebih 4 juta ton) di Bojonegara, Banten.
Proyek tersebut digagas oleh PT Bumi Sarana Migas (BSM) yang tak lain adalah anak usaha Kalla Group pada 2013 sebelum JK menjadi Wakil Presiden. Ari Soemarno ikut di dalamnya sebagai salah satu pemegang saham.
"Iya, itu proyek dimulai tahun 2013, sebelum saya jadi Wapres. Jadi itu proyek murni swasta," kata JK saat ditemui di Kantor Wapres, Jakarta, Senin (30/4).
Kalla Group menggagas proyek tersebut karena pada waktu itu diperkirakan bahwa Jawa Barat akan kekurangan pasokan gas mulai 2020-2021. Maka dibutuhkan fasilitas penyimpanan dan regasifikasi untuk LNG.
Ari Soemarno digandeng oleh Kalla Group karena mantan Dirut Pertamina itu ahli soal gas. "Begini, pada tahun 2013 kita diskusi ada masalah yang akan terjadi tahun 2020-2021 yaitu gas di sekitar Jawa Barat ini habis. Maka harus gas itu didatangkan dari daerah lain tapi untuk itu perlu fasilitas regasifikasi. Ada Pak Ari karena ahli soal gas. Sehingga diajak untuk menjadi tim ahli," paparnya.
Ia menambahkan, tak ada kongkalikong dalam proyek ini. Proyek sudah didorong sejak Rini Soemarno belum menjadi Menteri BUMN. Rini dan Sofyan pun membicarakan bagian saham untuk BUMN, bukan untuk pribadi.
"Jadi tidak ada hubungannya. Dan waktu itu Rini belum jadi menteri. Di mana pemerintah, dalam hal ini BUMN, berapa sahamnya, bukan berapa yang didapatnya Bu Rini," tutupnya.
