Penjualan Anjlok 24,7 Persen, Pertamina Rugi Rp 11,28 Triliun di Semester I 2020

24 Agustus 2020 12:29
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi SPBU Pertamina. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi SPBU Pertamina. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
ADVERTISEMENT
PT Pertamina (Persero) mencatatkan kerugian senilai USD 767,917 pada tahun berjalan semester I 2020 yang diatribusikan ke pemilik entitas.
ADVERTISEMENT
Kerugian enam bulan ini setara Rp 11,28 triliun dengan asumsi kurs Rp 14.700 per dolar Amerika Serikat. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, perusahaan masih meraup untung USD 659,9 juta.
Dalam laporan terbaru Pertamina dikutip kumparan, Senin (24/8), kerugian di semester I 2020 terjadi karena total penjualan dan pendapatan usaha lainnya anjlok 24,7 persen dari USD 25,54 miliar menjadi USD 20,48 miliar.
Anjloknya penjualan Pertamina disebabkan turunnya penjualan minyak mentah, gas bumi, energi panas bumi, dan produk minyak di dalam negeri dari USD 20,94 miliar menjadi USD 16,56 miliar. Lalu pendapatan usaha dari aktivitas operasi lainnya juga turun dari USD 479,2 juta menjadi USD 414,8 juta.
Pendapatan perusahaan makin berkurang karena tahun ini pemerintah mengurangi setoran penggantian biaya subsidi ke Pertamina dari sebelumnya USD 2,5 miliar menjadi hanya USD 1,73 miliar.
Sukses produksi D100, kado Pertamina untuk HUT ke-75 RI. Foto: Dok. Pertamina
zoom-in-whitePerbesar
Sukses produksi D100, kado Pertamina untuk HUT ke-75 RI. Foto: Dok. Pertamina
Di semester I 2020 ini, Pertamina juga tidak mendapatkan imbalan jasa pemasaran. Padahal tahun lalu masih mendapatkan USD 6,42 juta.
ADVERTISEMENT
Pertamina juga mengalami kerugian kurs USD 211,83 juta jika dibandingkan selisih kurs tahun lalu yang untung USD 64,59 juta.
Namun, dari sisi penjualan ekspor, Pertamina berhasil meraup USD 1,73 miliar atau naik 9,74 persen dibandingkan periode sebelumnya USD 1,60 miliar.
Pertamina juga berhasil menekan beban pokok penjualan dan beban langsung lainnya dari USD 21,98 miliar menjadi USD 18,87 miliar.
Tapi, di sisi lain, liabilitas atau utang perusahaan naik dari USD 35,86 miliar pada Desember 2019 menjadi USD 40,56 miliar semester I 2020. Sedangkan ekuitas perusahaan turun dari USD 31,21 miliar di Desember 2019 menjadi USD 29,66 miliar pada semester I 2020.
***
Saksikan video menarik di bawah ini.
ADVERTISEMENT