Kumparan Logo

Penjualan Barang Elektronik di Glodok Turun Gara-gara Dolar Naik

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Barang elektronik di pasar Glodok. (Foto: Elsa Toruan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Barang elektronik di pasar Glodok. (Foto: Elsa Toruan/kumparan)

Sejumlah pedagang barang elektronik di Pasar Glodok, Jakarta, mengaku mengalami penurunan penjualan akibat harga barang yang meningkat.

Melonjaknya harga barang-barang elektronik, seperti laptop hingga kamera DSLR ini terjadi karena pelemahan rupiah terhadap dolar AS.

“Rata-rata penjualan kami menurun sampai 20 persen karena harga naik,” kata Novanda, salah seorang penjual kamera DSLR di Pasar Glodok, Jakarta, Minggu (2/9).

Dia juga menambahkan kalau rata-rata kenaikan harga kamera DSLR yang ia jual sebesar Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu per unit, tergantung pada jenis kamera. Selain Novanda, juga ada Ratna yang menjual laptop di salah satu stan Pasar Glodok.

Ratna menjelaskan bahwa kalau biasanya dia mampu menjual sebanyak 7 hingga 8 unit laptop per minggu, namun sekarang tidak. Tiap minggunya, Ratna hanya mampu menjual sekitar 3 unit laptop kepada pengunjung yang datang.

“Sepi. Karena harga pada naik jadi orang yang beli juga jarang pasti,” katanya.

Barang elektronik di pasar Glodok. (Foto: Elsa Toruan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Barang elektronik di pasar Glodok. (Foto: Elsa Toruan/kumparan)

Penurunan penjualan ini, dikatakan Ratna tentu berpengaruh terhadap omzet yang didapatnya dari berjualan laptop di Pasar Glodok. Tiap bulan, Ratna bisa memperoleh pendapatan sebesar Rp 150 juta hingga Rp 200 juta.

“Kalau sekarang boro-boro, lagi lesu banget. Orang pasti ada rasa enggan buat pesan kalau harganya meningkat signifikan,” tutupnya.