Kumparan Logo

Penjualan Camilan Manis Diprediksi Naik karena Piala Dunia, Saham Hershey Diburu

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi permen dan cokelat. Foto: sebra/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi permen dan cokelat. Foto: sebra/Shutterstock

Acara musim panas seperti Piala Dunia 2026 dan perayaan 250 tahun Amerika Serikat (AS) diperkirakan dapat mendorong penjualan produk camilan manis, sehingga momentum ini dinilai menjadi waktu yang tepat untuk membeli saham The Hershey Company yang sempat tertekan. Hal tersebut disampaikan oleh analis bullish terbaru di Wall Street untuk perusahaan produsen permen dan camilan.

Analis Evercore ISI, David Palmer, menaikkan rekomendasinya terhadap Hershey menjadi outperform dari sebelumnya in-line pada pekan ini, sambil mempertahankan target harga tertinggi di Wall Street sebesar USD 255 per saham. Target ini mengindikasikan saham Hershey berpotensi melonjak hampir 30 persen dibanding penutupan perdagangan Kamis (28/5) dalam 12 bulan ke depan.

“Ada alasan untuk memperkirakan konsumsi cokelat Hershey akan meningkat memasuki musim panas melalui merchandising, inovasi, dan event besar,” tulis Palmer dalam catatan kepada klien, merujuk pada perayaan 250 tahun AS dan Piala Dunia, dikutip dari Bloomberg pada Sabtu (30/5).

Ia menambahkan, musim penjualan Halloween yang kuat serta film Hershey yang dijadwalkan tayang di bioskop pada akhir November juga dapat mendongkrak pertumbuhan pada paruh kedua tahun ini. Saham Hershey pun turun 2 persen pada pukul 10.15 pagi waktu New York.

Rekomendasi tersebut muncul setelah saham Hershey mengalami aksi jual berkepanjangan yang membuat nilainya turun lebih dari 20 persen sepanjang Maret dan April di tengah pelemahan pasar yang dipicu perang di Iran.

Meski sahamnya sempat pulih dalam beberapa pekan terakhir, posisinya masih sekitar 18 persen di bawah puncak akhir Februari. Setelah penurunan itu, saham Hershey diperdagangkan sekitar 19 kali estimasi laba tahun 2027, level yang dianggap penting oleh Palmer.

“Ketika valuasi Hershey turun di bawah 20x, rata-rata sahamnya mencatat kenaikan sekitar 20 persen dalam satu tahun berikutnya,” tulis Palmer.

Palmer memperkirakan segmen cokelat Hershey kehilangan sebagian pangsa pasar dalam 12 pekan terakhir akibat periode penjualan Paskah yang lebih pendek dari biasanya serta meningkatnya persaingan dari Dubai Chocolate, Lindt, dan Ferrero. Namun, laju penurunan tersebut diperkirakan akan membaik dalam satu tahun ke depan seiring ekspansi produk premium Hershey.

Ia juga menilai Hershey memiliki peluang pertumbuhan penting di luar bisnis cokelat melalui merek seperti Sour Strips, Jolly Rancher, Lesser Evil, Dot’s Pretzels, dan SkinnyPop.

“Pipeline dan inovasi di kategori makanan manis, produk yang lebih sehat, dan premium merupakan peluang yang jelas,” tutur Palmer.