Kumparan Logo

Penjualan Eceran Mei Diproyeksi Naik 2,6 Persen, Dipicu Libur Nasional

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana pertokoan di Blok B Pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin (25/9/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana pertokoan di Blok B Pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin (25/9/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Bank Indonesia (BI) memperkirakan kinerja penjualan eceran pada Mei 2025 akan membaik, setelah mengalami kontraksi pada bulan sebelumnya.

Berdasarkan hasil Survei Penjualan Eceran yang dirilis BI pada Jumat (13/6), Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Mei 2025 diprediksi tumbuh sebesar 2,6 persen secara tahunan (year on year/yoy), mencapai level 234,0.

Pertumbuhan ini menandai pembalikan arah dari April 2025 yang tercatat kontraksi sebesar 0,3 persen yoy. BI menyebut, perbaikan kinerja didorong peningkatan permintaan sejumlah kelompok barang.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan kelompok Barang Budaya dan Rekreasi diperkirakan mencatatkan pertumbuhan tertinggi, sebesar 9,0 persen yoy. Selain itu, Makanan, Minuman, dan Tembakau tumbuh 4,3 persen yoy, serta Subkelompok Sandang sebesar 4,2 persen yoy.

Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, suku cadang, dan aksesori juga diperkirakan masih tumbuh, meski tidak setinggi bulan sebelumnya.

Ilustrasi Bank Indonesia. Foto: Shutterstock

“Peningkatan penjualan pada Mei didukung oleh periode libur bersama dalam rangka Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Waisak dan Kenaikan Yesus Kristus, yang mendorong konsumsi masyarakat,” kata Denny dalam keterangan resminya, Jumat (13/6).

Secara bulanan (month to month/mtm), penjualan eceran memang masih berada di zona negatif dengan kontraksi 0,6 persen. Namun demikian, BI menilai penurunan ini jauh lebih terbatas dibandingkan kontraksi 5,1 persen yang terjadi pada April 2025.

Beberapa kelompok barang menunjukkan tren perbaikan secara bulanan. Kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya tercatat tumbuh 5,5 persen mtm, sedangkan Barang Budaya dan Rekreasi naik tipis 0,2 persen mtm.

Namun, sebagian kelompok masih mengalami penurunan. Subkelompok Sandang turun 1,8 persen mtm, Peralatan Informasi dan Komunikasi terkoreksi 1,6 persen mtm, Makanan, Minuman, dan Tembakau turun 0,7 persen mtm, serta Suku Cadang dan Aksesori melemah 2,6 persen mtm. Meski begitu, BI menilai penurunan ini lebih ringan dibandingkan April.

Secara keseluruhan, Bank Indonesia menilai peningkatan aktivitas masyarakat selama libur nasional dan cuti bersama di Mei 2025 menjadi salah satu pendorong utama perbaikan konsumsi ritel.

instagram embed