Kumparan Logo

Penjualan Gas PGN Turun 1,1 Persen, 43 Persen Dialirkan ke Pelanggan HGBT

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas PGN rutin sosialisasi keamanan penggunaan jargas selama Nataru.  Foto: Dok. PGN
zoom-in-whitePerbesar
Petugas PGN rutin sosialisasi keamanan penggunaan jargas selama Nataru. Foto: Dok. PGN

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mencatat penurunan volume niaga gas bumi pada semester I 2025. Total penyaluran gas perseroan turun 1,1 persen menjadi 832 Billion British Thermal Units per Day (BBTUD), dari 841 BBTUD pada periode yang sama tahun lalu.

Direktur Komersial PGN, Aldiansyah Idham, mengatakan penyusutan tersebut terjadi karena kombinasi penurunan pasokan dari lapangan gas utama di Sumatera dan Jawa, serta berkurangnya permintaan dari pelanggan.

“Secara year on year sampai dengan Juni 2025 pencapaian volume niaga gas mengalami penurunan sebesar 1,1%, ini disebabkan baik pasokan gas bumi dari lapangan gas pemasok utama di wilayah Sumatera dan Jawa dan demand di sisi pelanggan mengalami penurunan,” ujar Aldiansyah dalam Public Expose 2025 secara daring, Rabu (10/9).

Meski mengalami penurunan, PGN menyebut komitmennya terhadap pelanggan penerima Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT). Dari total volume niaga gas yang disalurkan hingga Juni 2025, sekitar 43 persen dialokasikan untuk sektor HGBT.

“Sampai Juni 2025 (sebesar) 43 persen dari 832 BBTUD volume niaga adalah gas yang dialihkan kepada pelanggan harga gas bumi tertentu,” jelas Aldiansyah.

Adapun sektor penerima gas PGN cukup beragam. Penyaluran terbesar ditujukan ke pembangkit listrik sebesar 27 persen, disusul industri kimia 18 persen, keramik 10 persen, makanan 9 persen, besi 6 persen, kaca 5 persen, serta 25 persen lainnya untuk sektor lain termasuk pupuk.

Untuk menjaga keandalan pasokan, PGN menambah porsi regasifikasi atau mengubah Liquefied Natural Gas (LNG) menjadi gas siap pakai. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi berkurangnya pasokan gas pipa.

“Sampai dengan semester satu ini, bauran pasokan gas terdiri dari gas pipa sebesar 90 persen dan LNG sebesar 10 persen,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menyebut 43 persen dari pasokan gas PGN berasal dari Pertamina Group, sedangkan 57 persen lainnya dipenuhi dari pemasok lain, termasuk Corridor Blok di Sumatera.

instagram embed