Penjualan KMT KRL Capai 751.122 Kartu di 2019, Naik 86 Persen

Kartu Multi Trip (KMT) Kereta Rel Listrik (KRL) mengalami peningkatan drastis di tahun 2019.
Vice President Corporate Communication PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Anne Purba mengungkapkan, peningkatan pengguna KMT mencapai 86 persen dibandingkan dengan tahun 2018.
“Sepanjang tahun 2019 lalu, tercatat penjualan KMT mencapai 751.122 kartu, tumbuh 86 persen dari tahun 2018,” kata Anne di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Sabtu (25/1).
Selain itu, Anne mengatakan, persentase pengguna yang bertransaksi nontunai di KRL menggunakan kartu uang elektronik bank maupun aplikasi LinkAja mencapai 63 persen. Jumlah tersebut merupakan pilihan mayoritas penumpang KRL.
Anne menjelaskan, pihaknya juga sudah mendapatkan restu dari Bank Indonesia (BI) sebagai penerbit uang elektronik sejak 14 November 2018. Sehingga akan ada peningkatan layanan pemanfaatan KMT.
“Dengan izin BI ini, KCI sebagai penerbit KMT dapat melakukan ekspansi guna menjadikan KMT sebagai alat pembayaran di transportasi publik yang lain, alat pembayaran di berbagai merchant yang bekerja sama, hingga kemudahan melakukan isi ulang selain di stasiun,” ujar Anne.
Lebih lanjut, Anne memastikan, pihaknya akan terus mengembangkan KMT dengan menggandeng berbagai pihak yang terkait. Sebab, potensi pengguna KMT menurutnya cukup besar.
“KCI sangat terbuka untuk bekerja sama dalam pengembangan KMT. KMT sangat potensial karena kartu ini digunakan oleh ratusan ribu orang secara rutin setiap harinya,” tutur Anne.
