Penjualan Lipstik Turun karena Pemakaian Masker saat Pandemi, Skin Care Naik

28 Juli 2021 13:34 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi lipstik. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lipstik. Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
Sejak pandemi COVID-19 melanda, penggunaan masker makin meningkat. Peningkatan penggunaan masker ini tak dipungkiri memukul industri kosmetik dan kecantikan.
ADVERTISEMENT
Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang kosmetik, PT Martina Berto Tbk mengalami penurunan pendapatan sebesar 44,71 persen sepanjang tahun 2020 dibanding periode tahun sebelumnya menjadi Rp 297,2 miliar.
Direktur Utama emiten dengan kode MBTO ini, Bryan David Emil, mengakui adanya penurunan penggunaan lipstik.
“Kalau dia bermasker otomatis kita tidak bisa berharap lipstik. Otomatis cuma (kosmetik) ke atas,” ujarnya saat Industry Outlook 2021, Rabu (28/7).
Ilustrasi menyimpan lipstik. Foto: Shutter Stock
David menambahkan, saat ini orang-orang tidak memprioritaskan penggunaan kosmetik wajah. Hal ini juga dipengaruhi pola aktivitas masyarakat yang lebih banyak Work From Home (WFH).
“Jadi sudah pasti berharap ke non dasar tata rias (seperti) perawatan kulit atau skin care atau merawat rambut,” katanya.
Produk seperti skin care, perawatan rambut dan perawatan lebih laris dibanding lipstik dan kosmetik utama untuk wajah. Untuk menyiasati perubahan perilaku konsumen, perusahaan yang telah tercatat di papan Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2011 ini memilih untuk mengembangkan penjualan secara daring.
ADVERTISEMENT
Bryan mengakui jika penjualan melalui online masih berkontribusi kecil dibanding penjualan konvensional melalui outlet offline.
“Cara kita melakukan sales manajemen ada perubahan sedikit karena di masa seperti ini offline itu pasti lebih tergerus. Tapi tetap dari kontribusi offline lebih (besar) tapi online mengalami perubahan,” katanya.