Kumparan Logo

Penjualan Merosot, Pengusaha Mal Tak Mau Lockdown untuk Atasi COVID-19

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi mal. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mal. Foto: Pixabay

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menolak opsi lockdown untuk mengatasi lonjakan kasus pandemi COVID-19. Ketua Umum APPBI, Alphonzus Widjaja, mengatakan kalau lockdown diterapkan maka bakal berimbas ke perekonomian secara menyeluruh.

"Berdasarkan beberapa pengalaman yang lalu, pemberlakukan tambahan pembatasan akan berdampak langsung terhadap menurunnya secara tajam tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan," kata Alphonzus saat dihubungi, Senin (21/6).

"Penurunan tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan juga akan langsung diikuti dengan merosotnya penjualan yang mana pada akhirnya akan berdampak kepada perekonomian secara menyeluruh," tambahnya.

Alphonzus mengungkapkan saat ini tingkat kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan atau mal memang sudah mengalami penurunan. Namun, penurunan tersebut bukan sepenuhnya karena lonjakan kasus COVID-19.

Alphonzus menjelaskan hal tersebut juga disebabkan karena pusat perbelanjaan sedang memasuki masa low season setelah momen idul fitri.

Ilustrasi mal. Foto: Pixabay

"Jadi sekarang ini belum bisa disimpulkan bahwa penurunan tingkat kunjungan adalah akibat terjadinya peningkatan jumlah kasus positif COVID-19," ujar Alphonzus.

Alphonzus mengakui penanganan COVID-19 memang menjadi sesuatu yang penting untuk meningkatkan kunjungan masyarakat ke mal atau agar bisa meningkatkan perekonomian secara keseluruhan. Meski begitu, ia menegaskan langkah yang diambil bisa pengetatan penerapan protokol kesehatan dibanding lockdown.

“Pelaku usaha sama sekali tidak mengharapkan adanya tambahan pembatasan, oleh karenanya diharapkan pemerintah dapat segera memastikan dan menegakkan pemberlakuan protokol kesehatan secara ketat, disiplin dan konsisten agar supaya peningkatan jumlah kasus positif COVID-19 dapat terkendali,” tutur Alphonzus.