Penjualan Pertamina Patra Niaga Ditargetkan Capai 106 Juta Kiloliter Tahun 2025
·waktu baca 2 menit

Subholding Commercial and Trading (C&T) PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Patra Niaga, ditargetkan bisa meningkatkan penjualan (sales) produk BBM maupun non-BBM pada tahun 2025.
Wakil Direktur Utama Pertamina Wiko Migantoro mengatakan, target penjualan Pertamina Patra Niaga sebesar 106 juta kiloliter (KL), naik 1 persen dari realisasi tahun 2024 lalu.
"Subholding pemasaran, volume sales ditargetkan tumbuh 1 persen dari 105 menjadi 106 juta kiloliter," katanya saat Rapat Dengar Pendapat Komisi VI DPR, Selasa (11/3).
Sales atau penjualan Pertamina Patra Niaga tersebut berasal dari produk BBM, non-BBM, dan petrokimia untuk area domestik maupun internasional.
Wiko memaparkan, beberapa program strategis Pertamina Patra Niaga untuk peningkatan dan penguatan kualitas dan kuantitas produk yang didistribusikan kepada masyarakat.
Pertama, program Pertamina One Solution sebagai solusi end-to-end untuk konsumen business to business (B2B). Kemudian, mendorong penjualan produk nonsubsidi (PSO) serta diversifikasi bisnis plus non-fuel retail.
"Implementasi subsidi tepat BBM dan LPG, efisiensi source pengadaan produk, peningkatan pengawasan dalam operasional layanan dan distribusi, serta koordinasi penindakan penyalahgunaan," jelas Wiko.
Wiko mengungkapkan, realisasi volume penjualan Pertamina Patra Niaga sepanjang 2024 lalu naik cukup signifikan dari tahun 2023 yang sebesar 99 juta KL.
"Volume sales mengalami peningkatan dari sebelumnya 99 juta kiloliter tahun 2023 Menjadi 105 juta kiloliter di tahun 2024," tuturnya.
Menurut Wiko, hal ini menunjukkan bahwa meskipun dunia semakin cepat mencari energi alternatif, namun ternyata kebutuhan energi fosil masih cukup tinggi, apalagi sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang memang membutuhkan penambahan energi.
Wiko menyebutkan, sisi positifnya adalah penjualan produk nonsubsidi juga mengalami pertumbuhan, dari 30 juta kiloliter di 2023, menjadi 43 juta kiloliter di tahun 2024.
Dia juga memastikan, Pertamina Patra Niaga terus melakukan upaya dan program strategis, seperti penguatan digitalisasi MyPertamina serta melakukan pendataan QR Code untuk konsumen produk Biosolar dan Pertalite.
"Sehingga didapatkan figur konsumen yang nantinya dapat digunakan sebagai opsi Untuk pemerintah dalam pelaksanaan rencana subsidi tepat. Dengan kinerja operasional tersebut pendapatan dapat terjaga cukup baik di sisi C&T," pungkas Wiko.
