Kumparan Logo

Pensiunan hingga Guru Bakal Dikenakan Tarif Lebih Murah di Jak Lingko

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Jak Lingko. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Jak Lingko. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Para veteran, pensiunan, hingga guru bakal mendapat harga lebih murah saat naik transportasi umum. Adanya sistem pembayaran transportasi publik terintegrasi melalui Jak Lingko disebut bisa membuat tarif transportasi publik bisa berbeda.

Lalu, bagaimana cara menentukan profesi atau status seseorang saat naik transportasi umum?

Direktur Utama PT MRT Jakarta, William P Sabandar, menjelaskan nantinya akan ada namanya account bassed ticketing atau tiket yang basisnya ada di akun masing-masing orang.

“Jadi setiap orang itu akan punya akun, nanti yang mungkin ya dia di kartu punya akun yang didalamnya akan ketahuan identitas orang itu seperti apa,” kata William saat konferensi pers secara virtual, Kamis (30/9).

William mengatakan akun yang dimiliki seseorang di sistem atau aplikasi Jak Lingko bisa menunjukkan status orang yang naik transportasi umum seperti MRT, dan TransJakarta. Saat mengisi JakLingko masyarakat harus melaporkan identitasnya. Setelah itu akan ada verifikasi mengenai data yang dikirimkan.

“Nanti misalnya DKI memberikan kebijakan tertentu untuk masyarakat misal yang berumur 60 tahun ke atas, maka sistem ticketing kita itu akan mengatakan kalau nanti dia masuk dan otomatis dia adalah veteran, pensiunan, akan ada spesial price yang ditetapkan kepada orang tersebut,” ujar William.

“Kemudian misalnya ada orang yang punya penghasilan katakanlah dia datang dari kelas menengah ke atas, itu akan ditetapkan normal price, berapa harganya itu berbeda mungkin dengan anak sekolah yang mungkin akan diberikan spesial price, kemudian disabilitas,” tambahnya.

William belum bisa membeberkan berapa tarif yang akan diberikan. Saat ini pembahasan mengenai besaran harga masih di Pemprov DKI Jakarta.

William memastikan kebijakan tersebut membuat sistem pembayaran dan subsidi lebih bisa tepat sasaran. Sebab, ada data yang sesuai saat pengintegrasian tiket terjadi.

“Nah inilah yang akan membuat pengelolaan sistem transportasi lebih tepat sasaran, pemberian subsidi juga lebih tepat sasaran karena diberikan kepada masyarakat yang benar-benar, dengan itu kita akan melakukan pengelolaan sistem transportasi lebih baik,” tutur William.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendorong adanya integrasi transportasi khususnya dari sistem tiket dengan adanya aplikasi JakLingko. Ia menganggap sistem tersebut membuat biaya transportasi menjadi lebih berkeadilan.

“Kenapa? karena nanti ketika sudah tuntas proses integrasinya sistem ini memungkinkan ada price differentiation. Kita akan bisa memberikan harga berbeda untuk penumpang yang berbeda,” kata Anies saat soft launching sistem integrasi tarif tiket dan aplikasi JakLingko, Rabu (29/8).

Anies menjelaskan penerapan tarif berbeda tersebut sudah banyak diterapkan di negara-negara maju atau di kota modern. Menurutnya integrasi tarif tiket itu membuat biaya yang dibayarkan veteran hingga pelajar bakal lebih murah.

“Misalnya pada para veteran diberikan harga yang lebih murah, kepada para pensiunan diberikan harga lebih murah, kepada para pelajar diberikan harga yang lebih murah,” ujar Anies.

“Jadi kita bisa menerapkan sistem itu pada guru, pada pensiunan guru, pada orang-orang berjasa,” tambahnya.