Penuhi Kebutuhan Konsumen Cerdas: Blibli Perkuat Retail Premium Omnichannel
·waktu baca 4 menit

Blibli terus memperkuat posisinya sebagai perusahaan teknologi dengan menjawab kebutuhan konsumen akan layanan premium dan berkualitas. Hal ini didasari oleh pergeseran tren di mana persaingan e-commerce tidak lagi hanya soal harga, tetapi juga jaminan kualitas, kenyamanan, dan keamanan.
Menurut survei kumparan berjudul Menuju Industri E-commerce Berkualitas: Perbaiki Layanan di Fase Rentan Pasca Pembelian ini, menyebutkan pemicunya adalah masalah yang sering dialami konsumen setelah berbelanja online, seperti pengiriman yang terlambat, sulit melacak pesanan, dan layanan pelanggan yang kurang responsif.
CEO dan Co-Founder Blibli, Kusumo Martanto melalui keterangan resminya pada laporan kinerja keuangan kuartal II/2025 menyebut, strategi ini menjadi fondasi pertumbuhan perusahaan, yang pada 2024 terbukti mampu menghadirkan pengalaman belanja yang seamless, aman, tepercaya sekaligus mendorong pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
“Kami terus membuktikan bahwa pendekatan ekosistem omnichannel yang terintegrasi adalah kunci dalam menghadirkan nilai tambah bagi pelanggan dan seluruh pemangku kepentingan,” tulis Kusumo.
Strategi Blibli dalam mewujudkan pengalaman belanja premium dilakukan melalui ekosistem omnichannel terpadu Blibli Tiket. Ekosistem ini dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat Indonesia secara seamless, mulai dari belanja harian, perjalanan, produk elektronik, otomotif, hingga perabot rumah tangga, baik secara online maupun offline.
Ekosistem Blibli Tiket juga menghadirkan inovasi terintegrasi, seperti Blibli Tiket PayLater untuk pembayaran yang fleksibel, Single Sign-On untuk kemudahan akses antar-platform, hingga program loyalitas terpadu “Satu Poin Untungnya Dimana-mana”. Poin ini dapat dikumpulkan dan digunakan di berbagai toko fisik, termasuk gerai premium Ranch Market dan Farmers Market, serta toko elektronik seperti Hello Store, Samsung Store, dan Blibli Store.
Sebagai wujud dari strategi ini, Blibli telah memperluas jaringan fisiknya. Dalam laporan kinerja keuangan kuartal II/2025, tercatat perusahaan telah mengoperasikan sebanyak 223 toko elektronik konsumen, 58 gerai supermarket premium, dan 36 home and living experience centers.
Kebutuhan tersebut lahir dari karakter konsumen kelas menengah yang terus bertumbuh. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, Indonesia memiliki lebih dari 47,85 juta konsumen kelas menengah dengan karakteristik digital savvy.
Konsumen kini lebih selektif, menuntut brand tepercaya, fleksibilitas belanja online, kemudahan pengambilan di toko, dan layanan purna jual yang terjamin. Untuk menjawabnya, Blibli memperkuat logistik dengan 13 gudang besar berkonsep hub-and-spoke serta layanan Fulfillment at Speed (FAS) dan Fulfillment by Blibli (FBB) yang mendukung distribusi cepat dengan Service Level Agreement (SLA) tinggi.
Peace-of-Mind Konsumen Jadi Prioritas
Blibli menawarkan jaminan Pasti ORI, pengiriman tepat waktu, perlindungan hingga 24 bulan, retur alasan apa pun, serta layanan pelanggan 24/7, sehingga mewujudkan pengalaman belanja #NoBlablaDiBlibli. Pendekatan ini menghadirkan rasa aman, memperkuat loyalitas, dan membangun ekosistem retail masa depan yang memberi nilai lebih dari sekadar harga murah.
“Ke depannya, kami akan tetap fokus pada peningkatan berkelanjutan dan inovasi yang disiplin. Kami akan memperdalam kemitraan, menyempurnakan pengalaman layanan, dan memanfaatkan wawasan yang berbasis data untuk mengantisipasi dan memenuhi kebutuhan konsumen yang terus berkembang,” kata Kusumo Martanto.
Fenomena pergeseran konsumen ke produk premium semakin nyata di e-commerce. Menurut Sekjen idEA, Budi Primawan, ada tiga faktor utama pendorongnya.
Pertama, konsumen kini lebih kritis dan sadar kualitas, memilih produk asli, tahan lama, serta bergaransi, bahkan menjadikannya bagian dari gaya hidup. Kedua, platform e-commerce menggunakan strategi diferensiasi dengan menggandeng brand premium resmi untuk membangun kepercayaan dan posisi unik di pasar.
Ketiga, premiumisasi membuka peluang bagi brand global maupun lokal menjangkau konsumen digital, meski sekaligus menjadi tantangan bagi UMKM yang perlu meningkatkan kualitas atau mengusung produk premium khas lokal.
“Bagi UMKM, ini menjadi tantangan sekaligus peluang, mereka perlu beradaptasi, misalnya dengan meningkatkan kualitas produk atau masuk ke kategori premium lokal yang punya ciri khas,” terang Budi.
Konsumen Cerdas Utamakan Kualitas dan Layanan Purnajual
Apa yang disampaikan oleh Budi Primawan, Sekretaris Jenderal idEA, tentang pergeseran preferensi konsumen bukanlah sekadar tren. Di media sosial, banyak pelanggan yang berbagi pengalaman positif mereka ketika membeli produk premium, salah satunya di Blibli. Testimoni ini menunjukkan bagaimana jaminan garansi hingga layanan purna jual benar-benar dirasakan dan membuat konsumen merasa lebih aman.
Hal ini seperti diungkapkan oleh pengguna media sosial @bannaberrystar yang membandingkan beberapa toko resmi smartphone. Ia menilai Blibli lebih unggul karena berani memberikan jaminan garansi fisik. “Aku sudah survei ke-3 toko, rekomen ke Blibli karena dia mau kasih garansi fisik, enggak cuma software. Terus masih dapat kepala charger dan tempered glass,” tulisnya.
Kualitas layanan purna jual yang sigap juga disoroti oleh @nakkyuping, pelanggan yang kerap membeli produk elektronik. Menurutnya, respons admin Blibli yang cepat menjadi nilai tambah. “Blibli after sales-nya juga bagus. Admin di DM selalu fast respons. Aku kebetulan sering beli di situ dan pernah beli HP juga,” tulisnya pada akun media sosial miliknya.
