Penyakit Mulut dan Kuku Mewabah Lagi, Petani Duga Asalnya dari Sapi Impor
·waktu baca 2 menit

Kabupaten Aceh dan Kabupaten di Jawa Timur ditetapkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai dua daerah yang terlanda wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak. Di Kabupaten Aceh terdapat dua daerah yang terpapar wabah PMK yakni, Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Timur. Sementara itu di Jawa Timur terdapat di daerah Gresik, Sidoarjo, Lamongan, dan Mojokerto.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih menyebutkan bahwa wabah PMK ini diduga berasal dari luar Indonesia, mengingat virus tidak bertahan lama.
"Virus PMK ini muncul diduga karena impor daging, sapi dan ternak lainnya dari luar yang meningkat dari negara-negara yang masih ada zonasinya wabah PMK, "kata Henry dalam keterangan resmi (12/5).
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Henry memaparkan bahwa telah terjadi kenaikan impor sapi yang naik menjadi 22,4 persen atau sebesar 223,42 ribu ton dibandingkan pada tahun 2021 impor daging sapi hanya sebesar 273,53 ribu ton.
“Nilai impor daging sapi pun naik menjadi USD 948,37 juta atau sekitar Rp 13,64 triliun pada 2021. Jumlah ini naik 35,83 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar US$ 698,18 juta," terangnya
Menurut Henry kebijakan impor tersebut datang akibat adanya Undang-Undang No. 41 tahun 2014 yang mengatur tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan
Henry mengatakan bahwa adanya undang-undang tersebut menyebabkan ketergantungan pada impor ternak dan produk ternak. Akibatnya menurut Henry ini merugikan hak masyarakat untuk hidup sehat , sejahtera, aman, dan nyaman dari bahaya penyakit menular dari hewan maupun produk hewan yang dibawa karena proses impor dari zona yang tidak aman
Dari hal tersebut Henry menghimbau agar pemerintah seharusnya dapat melindungi peternakan di Indonesia agar sejalan dengan janji pemerintah untuk membangun kedaulatan pangan di Indonesia yang menginginkan Indonesia menjadi negara swasembada untuk daging.
