Penyaluran KUR hingga Juli 2020 Capai Rp 89,2 Triliun

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyampaikan laporan terakhir penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga 31 Juli 2020. Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Iskandar Simorangkir menyampaikan, penyaluran KUR telah menjangkau 2,67 juta debitur dengan nilai Rp 89,2 triliun.
“Untuk pertama, perkembangan KUR sampai 31 Juli itu sebesar Rp 89,2 triliun. Diberikan kepada 2,67 juta debitur sehingga total outstanding keseluruhan KUR pada posisi Juli itu Rp 167 triliun,” Konferensi Pers Hasil Rakor KUR secara virtual, Kamis (13/8).
Ia menyatakan, penyaluran KUR sempat seret pada bulan Mei lalu karena pandemi. Kendati demikian, penyaluran KUR mulai beranjak naik pada pertengahan bulan Juni.
“Titik terendah Mei sebesar Rp 4,75 triliun hanya 1 bulan itu. Tapi Juni, khususnya minggu ketiga, kami dilaporkan oleh bank-bank bahwa penyaluran KUR mulai meningkat. Terbukti dari total penyaluran juni Rp 10,45 triliun. Dan di bulan Juli meningkat Rp 13 triliun. Ini perkembangannya menggembirakan,” jelasnya.
Dilihat dari sektornya, perdagangan masih menjadi mayoritas. Kendati demikian, terjadi penurunan penyaluran kredit sebesar 42 persen pada bulan Juli lalu. Selanjutnya sektor perkebunan dan kehutanan naik 30 persen.
“Jadi di luar perdagangan, yang dikategorikan dalam Permenko adalah sektor produksi. Tapi, komite pembiayaan telah merelaksasi dari pembatasan sektor perdagangan yang hanya 40 persen, komite berikan kebebasan kepada bank bank dan lembaga penyalur tanpa memperhatikan sektor selama masa COVID-19,” pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan, realisasi penyaluran KUR baru mencapai Rp 76 triliun pada Juni 2020. Realisasi itu baru mencapai 40 persen dari plafon KUR tahun ini sebesar Rp 190 triliun.
