Kumparan Logo

Penyebab Ritel Giant Tutup Seluruh Gerainya di RI

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Giant Supermarket. Foto: Wikimedia Commons.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Giant Supermarket. Foto: Wikimedia Commons.

Penutupan seluruh gerai supermarket populer di Indonesia, Giant menjadi bukti pandemi COVID-19 mengguncang sektor ritel. Dalam beberapa tahun terakhir, ritel di Indonesia terus tergerus.

Ketua Umum Asosiasi Persatuan Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menilai fenomena gugurnya Giant hal yang wajar. Sebab, saat ini industri ritel dalam kondisi yang sangat berat.

“Sebetulnya bukan hal yang mengherankan satu persatu berguguran,” katanya kepada kumparan, Rabu (26/5).

Menurut pengamatannya, saat ini konsep ritel sudah lagi bukan pilihan masyarakat di tengah pandemi COVID-19. Pertama, karena semakin terbatasnya pergerakan masyarakat karena kebijakan pemerintah.

Ilustrasi Giant Supermarket. Foto: Flickr

Kedua, saat ini masyarakat cenderung berbelanja di lokasi yang lebih dekat dengan tempat tinggal. Dalam hal ini minimarket menjadi pilihan utama, seperti toko kelontong, Indomaret dan Alfamart.

“Tetapi yang jadi masalah, mobilitas masyarakat dibatasi. Jadi masyarakat diminta diam di rumah. WFH dan sebagainya, itu masyarakat lebih banyak di rumah akhirnya masyarakat berbelanja kebutuhan pokok ke toko terdekat tempat mereka diam, minimarket,” paparnya.

Faktor lain yaitu daya beli masyarakat masih rendah. Masyarakat cenderung membelanjakan uangnya lebih selektif untuk membeli kebutuhan yang lebih prioritas.

“Mencari toko terdekat belinya hanya seperlunya saja. Ini yang membuat toko hypermarket semakin sulit,” tuturnya.