Penyelesaian Program Listrik 35.000 MW Diproyeksi Molor hingga 2029

Kementerian ESDM kembali merevisi target penyelesaian proyek listrik 35.000 Mega Watt (MW). Semula, proyek ini ditargetkan rampung pada 2019, lalu direvisi lagi menjadi 2025, kini proyek besar Presiden Jokowi tersebut direncanakan baru kelar pada 2029 mendatang.
Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jisman Hutajulu mengatakan, mundurnya target penyelesaian proyek 35.000 MW menjadi 2029 karena tak sesuai dengan pertumbuhan ekonomi yang hanya bergerak di level 5 persen.
Kata dia, pada penghitungan awal, agar proyek ini rampung, seharusnya pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 7 persen. Dengan begitu, konsumsi listriknya bisa 8,7 persen dengan tingkat elastisitasnya antara 1,2 sampai 1,3 persen.
"Tapi praktiknya sekarang pertumbuhan ekonominya masih di kisaran 5 persen. Jadi dimundurkan commercial operation date (COD)," kata dia di Gedung Ditjen Ketenagalistrikan, Jakarta, Kamis (6/2).
Adapun proyek listrik 35.000 MW pertama kali dimulai pada 2015 lalu. Hingga akhir tahun lalu pembangkit yang sudah COD atau comissioning mencapai 6.811 MW atau baru 19 persen dari target.
Sementara pembangkit yang baru masuk tahap perencanaan 734 MW atau hanya 2 persen dan tahap pengadaan 829 MW atau 2 persen. Lalu, pembangkit yang sudah kontrak Power Purchase Agreement (PPA) tapi belum konstruksi sebesar 6.877,6 MW atau 20 persen dan tahap konstruksi 20.167,8 MW atau 57 persen.
Karena pertumbuhan ekonomi yang melambat, kata Jisman, pasokan pembangkit listrik yang siap saat ini surplus. Karena itu, kata dia, daripada semakin surplus, jadwal COD dalam proyek ini dimundurkan hingga 2029.
Dia mengklaim mundurnya proyek ini tak akan menggangu iklim investasi dan produsen listrik yang sudah berkontrak. Pihaknya dan PLN saat ini justru mencari konsumen agar pasokan surplus ini bisa terserap.
"Sekarang kita surplus. Oh enggak, sudah dihitung. Meskipun surplus, sekarang jadi tersedia. Daripada defisit. PLN sudah siap. Jadi kami sebagai marketing juga," kata dia.
Berdasarkan data Ditjen Ketenagalistrikan, hingga akhir tahun ini, PLN menargetkan 8.823 MW dapat masuk dalam tahapan COD. Dengan begitu, pembangkit yang akan beroperasi sampai akhir tahun 2020 mencapai 15.634 MW atau sekitar 44 persen dari target proyek 35.000 MW.
