Per 30 Oktober 2018, BBM Satu Harga Capai 112 Daerah Terpencil

PT Pertamina (Persero) merealisasikan program BBM Satu Harga di berbagai wilayah Indonesia. Hingga 30 Oktober 2018 ini, Pertamina tercatat telah mengoperasikan 112 titik BBM Satu Harga.
Manajer Fuel Retail Marketing Pertamina (Persero) MOR VIII, Zibali Hisbul Masih, menyatakan bahwa jumlah tersebut meliputi 54 titik yang telah beroperasi pada 2017 dan 58 titik yang beroperasi hingga 30 Oktober 2018.
“Dari itu ada satu yang sudah terealisasi tapi terkendala di Lawi Sigi karena terkena dampak Palu kemarin,” kata Zibali di acara Ngobrol Santai BBM Satu Harga di Hongkong Cafe Menteng, Jakarta, Selasa (30/10).
Sementara selama tahun 2018, Zibali menyampaikan bahwa Pertamina menargetkan bisa mengoperasikan 67 titik BBM Satu Harga di mana sisanya sebanyak 9 titik masih melewati proses perizinan dan pembangunan.
“Insyaallah November, minta doanya untuk semuanya kawan-kawan, 6 Sumatera, 1 Kalimantan, 2 Papua,” kata dia.
BBM Satu Harga merupakan program yang menjadi perhatian khusus pemerintah agar masyarakat yang tinggal di wilayah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) bisa merasakan harga BBM sesuai ketentuan pemerintah, yakni Premium seharga Rp 6.450 per liter dan Solar Rp 5.150 per liter.
Hal itu tak lain dalam rangka pemerataan dan asas keadilan. Tak terkecuali untuk percepatan ekonomi. “Dampak ke masyarakat, paling terasa ongkos angkut turun. BBM Solar jadi genset penerangan, efek ekonomi sosial yang pasti akan memperceoat pertumbuhan ekonomi daerah 3T,” pungkasnya.
