Perbaikan Ekonomi AS Penyebab Utama Rupiah Melemah

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah bahkan sempat menyentuh level Rp 13.800/USD pada hari ini. Para analisis menilai pelemahan nilai tukar rupiah tersebut disebabkan oleh faktor eksternal.
Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI), Dody Budi Waluyo, mengatakan melemahnya rupiah ini akibat perekonomian AS yang membaik. Seperti data optimisme konsumen yang membaik dan inflasi yang diperkirakan naik.
"Pelemahan rupiah dan mata uang regional lebih karena perkembangan di AS yang membaik, consumer confidence yang membaik (sejak tahun 2000) dan juga pidato Powell yang mengindikasikan ekononomi ke depan membaik dan inflasi yang akan naik," ujar Dody kepada kumparan (kumparan.com), Kamis (1/3).
Selain itu, suku bunga acuan bank sentral AS juga diperkirakan akan meningkat hingga tiga kali selama tahun ini. "Suku bunga The Fed juga mengarah kenaikan, paling tidak tiga kali di tahun ini sebagaimana telah diperhitungkan pasar," katanya.
Meski demikain, kondisi perekonomian Indonesia diprediksi tetap membaik. Hal ini tercermin dari prediksi perekonomian di tahun ini yang meningkat dari tahun lalu dan inflasi yang tetap terjaga di level 3,5 plus minus 1%.

"Kondisi di domestik sendiri tetap baik, dengan outlook growth 2018 meningkat dari 2017 dan inflasi tetap terjaga rendah dalam sasarannya. Tidak ada alasan rupiah melemah jika melihat faktor domestik," katanya.
Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah pada pembukaan hari ini sebesar Rp 13.793/USD. Ini mengalami kenaikan 0,62% dari Rabu (28/2) yang sebesar Rp 13.707/USD. Bahkan rupiah jatuh jika dibandingkan Kamis (22/2) yang masih Rp 13.665/USD.
