Kumparan Logo

Perbanas Jelaskan Penyebab Masih Rendahnya Kredit UMKM

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas menghitung uang pecahan dolar AS di Bank Mandiri, Jakarta, Jumat (11/10/2024). Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
zoom-in-whitePerbesar
Petugas menghitung uang pecahan dolar AS di Bank Mandiri, Jakarta, Jumat (11/10/2024). Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Perhimpunan Bank Bank Umum Nasional (Perbanas) menyoroti masih rendahnya kredit Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Pada April 2026, pertumbuhan kredit UMKM hanya 0,2 persen (yoy), sebelumnya pada Februari bahkan terkontraksi 0,5 persen (yoy).

Chief Economist Perbanas, Winang Budoyo, membeberkan pelemahan pertumbuhan kredit UMKM tersebut tercatat terjadi sejak akhir 2022 hingga mulai negatif pada akhir 2025.

Sementara tren pertumbuhan kredit modal kerja, investasi, dan konsumsi justru bergerak positif. Dengan demikian, Winang melihat ada permasalahan mendasar yang menjadi penyebab utama penurunan kredit UMKM yaitu sisi permintaan kredit atau bersifat demand-driven.

“Fakta ini mengkonfirmasi persoalan utama bukan terletak pada penolakan bank, melainkan pada rendahnya permintaan kredit baru, terbatasnya dorongan ekspansi usaha, dan belum kuatnya kesiapan UMKM untuk mengakses pembiayaan formal,” kata Winang dalam keterangannya, Kamis (18/6).

video story embed

Lebih lanjut dia membeberkan mayoritas UMKM atau sebanyak 90 persen baik UMKM formal maupun informal merasa belum membutuhkan pinjaman, sehingga tidak mengajukan kredit.

Dari sisi pembiayaan usaha, umumnya UMKM menggunakan dana pribadi (self-funded). Dengan demikian permasalahan utama rendahnya akses pembiayaan UMKM adalah rendahnya permintaan kredit itu sendiri.

Perbanas mengadakan Rapat Umum Anggota (RUA) pada hari ini, Kamis (18/6) yang di dalamnya ada gelaran peresmian UMKM Center. Hadir dalam gelaran tersebut Ketua Umum Perbanas Hery Gunardi dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi.

“Peresmian UMKM center dan paparan hasil penelitian tentang UMKM ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus salah satu ikhtiar kami dalam memajukan industri UMKM Indonesia,” kata Hery.