Kumparan Logo

Perbankan Diminta Kucurkan Pinjaman ke Industri Tekstil untuk Perbaikan Mesin

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono serta Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani di Hambalang, Kabupaten Bogor, Selasa (1/9/2026). Foto: Instagram/ @sekretariat.kabinet
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono serta Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani di Hambalang, Kabupaten Bogor, Selasa (1/9/2026). Foto: Instagram/ @sekretariat.kabinet

CEO Danantara, Rosan Roeslani, mendapat arahan Presiden Prabowo untuk mendukung industri tekstil nasional.

Salah satu langkahnya adalah menugaskan Himbara serta mendorong perbankan nasional untuk memberikan pinjaman kepada industri tersebut.

Pinjaman tersebut nantinya ditujukan untuk perbaikan mesin-mesin yang selama ini sudah cukup berusia.

“Pertama dari segi perbankan, perbankan memang dulunya dilihat sebagai sunset industry (tekstil) nah itu juga untuk kembali, dikembalikan agar Bank Himbara dan juga bank nasional lainnya memberikan pinjaman, terutama dalam rangka perbaikan mesin-mesin yang sudah eh cukup tua,” kata Rosan di Istana Merdeka, Jakarta pada Selasa (22/9).

Rosan menilai dari segi kompetitif, sektor tekstil Indonesia saat ini memang cukup tertinggal. Maka dari itu dukungan perbankan baik Bank Himbara maupun perbankan nasional diperlukan.

“Nah oleh sebab itu bagaimana ini penyempurnaannya dari segi Himbaranya. Dan yang kedua juga dari segi eh insentif yang bisa diberikan,” ujarnya.

Di samping itu, Rosan menjelaskan dukungan lain yang dapat membantu industri tekstil adalah tax holiday. Hal itulah yang saat ini sedang dibicarakan.

“Nah ini untuk tekstil akan di-consider untuk diberikan kembali tax holiday. Ya itu salah satunya,” kata Rosan.

Turut menjelaskan, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto juva menjelaskan dari neraca perdagangan terlihat bahwa impor bahan baku tekstil masih tinggi. Di sisi lain, ekspor tekstil dari Indonesia juga rendah.

“Kemudian juga, kita bedakan antara tekstil, produk tekstil, dan pakaian jadi. Kalau kita lihat neraca perdagangan daripada tekstil di tahun kemarin itu tekstil dalam hal bahan baku itu impornya lebih tinggi, sekitar 8,4 billion US dolar. Dan dari segi ekspornya rendah, sebesar USD 3,1 billion,” kata Airlangga.