Perdagangan ASEAN Bergeser ke AS, Airlangga: Pertama Kali dalam Sejarah

14 Juni 2024 10:58 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat Rakornas Pengendalian Inflasi Tahun 2024 di Istana Negara, Jumat (14/6). Foto: Dok. YouTube Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat Rakornas Pengendalian Inflasi Tahun 2024 di Istana Negara, Jumat (14/6). Foto: Dok. YouTube Sekretariat Presiden
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, inflasi yang terjaga membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif lebih baik dibanding negara-negara G20.
ADVERTISEMENT
Inflasi Indonesia pada Mei 2024 2,84 persen, lebih baik dibanding negara seperti Rusia yang sudah menyentuh 7,84 persen, India 4,75 persen, Australia 3,6 persen, dan Amerika Serikat 3,3 persen.
Inflasi yang terjaga itu membuat ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen di kuartal I 2024. Meski begitu Airlangga menyoroti pergeseran arus perdagangan ASEAN yang beralih dari China ke Amerika Serikat.
"Namun kita perlu catat, China dan Amerika Serikat shifting perdagangan. Di kuartal ini perdagangan ASEAN ke Amerika daripada China. Ini untuk pertama kali dalam sejarah, pergeseran suplai chain memang terjadi," kata Airlangga dalam Rakornas Pengendalian Inflasi Tahun 2024 dan TPID Award, Jumat (14/6).
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, ekspor Indonesia ke China pada Januari-April 2024 memang turun dibanding periode Januari-April 2023. Sedangkan ekspor Indonesia ke AS dalam periode tersebut naik.
ADVERTISEMENT
Presiden Jokowi di Rakornas Pengendalian Inflasi di Istana Negara. Foto: Nadia Riso/kumparan
Ekspor Indonesia ke AS pada Januari-April 2024 sebesar USD 8,03 miliar, naik dari USD 7,40 miliar pada periode yang sama di 2023. Sedangkan ekspor Indonesia ke China pada Januari-April 2024 sebesar USD 18,32 miliar, turun dari periode yang sama tahun 2023 sebesar USD 21,41 miliar.
Berbeda dengan impor, impor Indonesia dari AS pada Januari-April 2024 sebesar USD 3,6 miliar, turun dibanding Januari-April 2023 sebesar USD 3,7 miliar. Sementara impor Indonesia dari China pada Januari-April 2024 USD 21,34 miliar, naik dibanding Januari-April 2023 sebesar USD 19,52 miliar.
Momentum pergeseran perdagangan ke AS ini sayangnya belum bisa dimanfaatkan maksimal oleh Indonesia karena belum memiliki Free Trade Agreement atau FTA.
FTA merupakan perjanjian perdagangan internasional yang melibatkan dua atau lebih pihak-pihak yang mengadakan perjanjian yang mengatur pengenaan resiprokal tarif preferensi di antara pihak-pihak yang mengadakan perjanjian tersebut.
ADVERTISEMENT
"Hanya memang karena belum punya FTA, yang diuntungkan Vietnam, Thailand, dan negara lain di ASEAN. Jadi kita siapkan perdagangan dari AS," kata Airlangga.