Kumparan Logo

Perdana! Cumi Tangkapan Nelayan RI Diekspor ke Australia

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ekspor cumi tangkapan nelayan ke Australia. Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ekspor cumi tangkapan nelayan ke Australia. Foto: Istimewa

PT Mitra Bumdes Nusantara, melakukan ekspor cumi beku sebanyak 10 ton ke Australia. Cumi tersebut merupakan hasil tangkapan nelayan Indonesia.

Acara pelepasan ekspor perdana cumi beku ke Australia tersebut langsung dilakukan Komisaris Utama PT Mitra Bumdes Nusantara (MBN), Bagya Mulyanto, bersama Direktur Utama PT MBN Wiyoto di Jakarta, Selasa (8/3).

"Kegiatan ekspor perdana ini berbicara banyak hal, namun yang terpenting adalah upaya yang konsisten untuk terus menerus meningkatkan kesejahteraan nelayan dengan melakukan belanja langsung ke nelayan," kata Bagya Mulyanto.

Bagya Mulyanto yang juga sehari-hari menjabat Direktur Keuangan Perum Bulog, menjelaskan upaya membantu petani ini dilakukan dalam beberapa hal.

"Mulai mendapat akses internasional ke Australia, kemampuan memenuhi standar kualitas ekspor Internasional, dan akses pembiayaan," katanya.

Ekspor cumi tangkapan nelayan ke Australia. Foto: Istimewa

Sementara itu, Direktur Utama BMN, Wiyoto, mengatakan cumi-cumi beku yang diekspor merupakan hasil tangkapan nelayan dari Bangka Belitung yang kemudian diproses secara modern guna menjaga kualitas kesegaran cumi yang terbaik, juga proses pengemasan berstandar internasional.

"Ekspor perdana oleh PT MBN ini akan dilanjutkan dengan ekspor berikutnya untuk berbagai jenis ikan dari perairan Nusantara ke negara-negara yang membutuhkan," katanya.

Ukuran cumi-cumi segar hasil tangkapan nelayan tersebut umumnya berukuran sedang dan besar dengan besaran rata-rata mulai dari 15cm - 30cm. Produk ekspor tersebut juga telah melewati standar pengujian mutu dan pemeriksaan lainnya sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku.

PT MBN, anak perusahaan Perum Bulog, juga menggandeng INPAC (sebagai fasilitas pemrosesan) dan Bank Syariah Indonesia (BSI), selaku pembiayaan ekspor untuk melaksanakan ekspor perdana ke Australia tersebut.