Kumparan Logo

Perdana, GOTO Akhirnya Cetak Laba Sebelum Pajak Rp 62 Miliar di Kuartal III 2025

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

Logo goto. Foto: Aditya Panji/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Logo goto. Foto: Aditya Panji/kumparan

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akhirnya mencetak laba sebelum pajak yang disesuaikan untuk pertama kalinya sejak berdiri, yakni Rp 62 miliar pada kuartal III 2025.

Direktur Utama Grup GoTo, Patrick Walujo, mengatakan GoTo mencatatkan pertumbuhan sekaligus meningkatkan profitabilitas. Perusahaan juga menaikkan panduan kinerja EBITDA Grup yang disesuaikan setahun penuh menjadi antara Rp 1,8 triliun hingga Rp 1,9 triliun.

"Pada kuartal III, kami mencatatkan tonggak sejarah baru dengan mencapai laba sebelum pajak yang disesuaikan untuk pertama kali sebesar Rp 62 miliar," ungkapnya dalam keterangan resmi, Rabu (29/10).

Sementara itu, pendapatan bersih perusahaan pada kuartal III 2025 mencapai Rp 13,3 triliun, melesat 14 persen (yoy), dengan total biaya dan beban mencapai Rp 13,5 triliun, turun 1 persen (yoy).

Dirut GoTo Patrick Sugito Walujo. Foto: GoTo

Dengan demikian, perusahaan mencatatkan rugi usaha sebesar Rp 222 miliar pada periode tersebut, merosot 89 persen (yoy), dan rugi periode berjlan sebesar Rp 997 miliar, turun 78 persen (yoy).

Direktur Keuangan Grup GoTo, Simon Ho, mengatakan kinerja kuartal III perusahaan mencerminkan kemajuan berkelanjutan dalam efisiensi dan disiplin keuangan di seluruh bisnis.

"Kami mencapai rekor lain untuk EBITDA Grup yang disesuaikan dan menghasilkan arus kas bebas yang disesuaikan positif, didukung oleh pertumbuhan pendapatan dan manajemen biaya yang disiplin," tuturnya.

Pada kuartal III 2025, GoTo mencatat Gross Transaction Value (GTV) inti mencapai Rp 102,8 triliun, naik 43 persen (yoy), dengan GTV Grup mencapai Rp 176 triliun, naik 28 persen (yoy), sementara pendapatan bersih tumbuh 21 persen (yoy) menjadi Rp 4,7 triliun.

Ilustrasi GOJEK. Foto: Shutter Stock

Kemudian, GoTo mencatat Pengguna Bertransaksi Tahunan (ATU) di Indonesia naik 33 persen menjadi 61,1 juta, setara dengan 30 persen dari jumlah penduduk dewasa.

Perusahaan mencatatkan laba sebelum pajak yang disesuaikan untuk pertama kali sebesar Rp 62 miliar, meningkat Rp 728 miliar secara tahunan (yoy). EBITDA Grup yang disesuaikan juga tercatat mencapai Rp 516 miliar, tumbuh 239 persen (yoy). Perusahaan mencetak EBITDA positif selama empat kuartal berturut-turut, mencapai Rp 369 miliar setara dengan perbaikan Rp 455 miliar (yoy).

Selanjutnya, perseroan mencatatkan arus kas bebas yang disesuaikan positif sebesar Rp 247 miliar, mencerminkan penguatan kinerja operasional dan keuangan. Imbalan jasa e-commerce GoTo dari PT Tokopedia mencapai Rp 211 miliar pada kuartal III.

Selain itu, perseroan juga mempertahankan posisi kas dan neraca. Per 30 September 2025, GoTo memiliki Rp 18 triliun (USD 1,1 miliar) dalam bentuk kas, setara kas, dan deposito jangka pendek.

Ke depannya, GoTo mengharapkan pertumbuhan dan profitabilitas yang berkelanjutan karena memanfaatkan skala dan sinergi ekosistem. Perseroan memastikan dapat mencapai target panduan EBITDA Grup yang disesuaikan setahun penuh 2025 dari Rp 1,4-1,6 triliun, menjadi Rp 1,8-1,9 triliun.